Breaking News:

Polsek Candipuro Dibakar

Mapolsek Candipuro Dibakar, Mabes Polri Ungkap Kendala yang Dihadapi Sejumlah Polsek

Polri menyebut rasio jumlah personel dengan penduduk masih timpang di sejumlah Polsek di daerah seluruh Indonesia.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres di Polda Metro Jaya, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Polri menyebut rasio personel polisi  dengan  jumlah penduduk yang masih timpang di sejumlah Polsek di Indonesia.

Hal ini yang kerap membuat Polri kesulitan jika adanya insiden penyerangan.

Hal ini demi menanggapi insiden Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan, dibakar sejumlah massa pada Selasa (18/5/2021) malam.

Dalam kejadian itu, personel yang bertugas di Polsek Candipuro seolah tak bisa berbuat banyak.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan menyampaikan personel yang bertugas di Mapolsek Candipuro diketahui hanya berjumlah 19 orang.

Baca juga: Mabes Polri Sebut Provokator 8 Orang yang Ditangkap Saat Mapolsek Candipuro Terbakar

Angka itu masih jauh dibandingkan jumlah penduduk sekitar.

"Kita ketahui Personel Polsek itu jumlahnya 19 orang, sedangkan Wilayah Kecamatan Candipuro itu jumlah masyarakatnya kurang lebih di atas 50 ribu ya," kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Ahmad menuturkan masalah ini tidak hanya terjadi di Polsek Candipuro saja.

Hampir seluruh Polsek-Polsek di Indonesia juga bernasib serupa, yakni rasio personel dan penduduk masih timpang.

"Kalau kita lihat bukan hanya di Lampung saja tapi hampir semua wilayah police ratio itu tidak seimbang antara jumlah penduduk dengan jumlah anggota Polrinya. Artinya dengan jumlah penduduk yang sebanyak 55 ribu itu dengan personel polsek yang 19-20 sehingga Polri rasionya kurang," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved