Breaking News:

Kominfo Telusuri Dugaan Data 279 Juta Penduduk Indonesia Bocor di Forum Hacker

Kotz juga memberikan 1 juta data sampel secara cuma-cuma sebagai pembuktian dari 279 juta data yang tersedia

Kominfo.go.id
Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya bersuara terkait dugaan data 279 Penduduk Indonesia yang bocor di forum peretas dunia, Raid Forums.

Meski demikian, Kominfo belum dapat memastikan apakah informsi 279 juta data penduduk Indonesia itu bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums. Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihaknya langsung melakukan pendalaman untuk menelusuri dugaan data yang sangat penting itu apakah benar-benar bocor.

"Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman atas dugaan kebocoran data tersebut. Saat ini belum bisa disimpulkan apakah data di Raid Forums itu benar kumpulan NIK KTP, BPJS, dan lain-lain," ujar Dedy kepada Tribunnews.com, Kamis (20/5).

Dedy mengungkapkan bila pihaknya belum bisa berkomentar lebih banyak perihal apa tindak lanjut Kominfo dalam mengungkap insiden kebocoran data itu. "Nanti perkembangannya akan diinformasikan lebih lanjut," tambahnya.

Baca juga: Menkominfo Targetkan 50 Juta Masyarakat Melek Digital pada 2024

Dugaan data pribadi 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Alhasil, informasi ini mendadak heboh di jagat Twitter sejak semalam.

Belum diketahui secara jelas apakah betul data tersebut merupakan data kependudukan Indonesia. Sementara perihal sumber asal data itu berasal dan bagaimana data itu diperoleh hingga dijual Raid Forums juga belum bisa disimpulkan.

Sebagai informasi, sebuah tangkapan layat diunggah akun bernama Kotz ramai di Twitter. Gambar itu berisi beberapa informasi, seperti KTP, alamat, nama, hingga foto pribadi.

Tak hanyabotu, Kotz juga memberikan 1 juta data sampel secara cuma-cuma sebagai pembuktian dari 279 juta data yang tersedia.

Pemilik data tersebut menjual 279 juta data ini dengan harga 0,15 bitcoin atau setara Rp 87 juta.

Baca juga: Ramai Hina Palestina Lewat Aplikasi TikTok, Komisi I DPR Minta Kominfo Lakukan Upaya Preventif

Salah satu akun @Br__AM menyampaikan data itu milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Informasi itu diperoleh dari komunikasinya dengan akun bernama KAZALA MORO.

"Source BPJS Kesehatan and they sell it for 0.15 BTC around 6K usd," kicau @Br__AM.

Hingga saat ini, perbincangan terkait bocornya data 279 penduduk Indonesia masih jadi bahasan yang hangat di lini masa Twitter.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved