Breaking News:

Korupsi Bansos Covid di Kemensos

Beri Peringatan, Hakim Minta Agustri Yogasmara Tak Tutupi Keterlibatan Pihak Lain Dalam Kasus Bansos

Ketua majelis hakim dalam sidang kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 di Kementerian Sosial, Muhammad Damis, memberi peringatan kepada Yogas.

Tribunnews.com/Ilham
Operator dari Anggota Komisi II DPR Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara. 

Bahkan, saksi yang memberi keterangan palsu bisa ditahan saat itu juga.

"Kalau majelis ini berkesimpulan saya akan meminta kepada bapak panitera supaya diselesaikan berita acara pemeriksaan saudara dan saudara boleh menurut ketentuan hukum acara saudara boleh kami tahan malam ini, hari ini untuk tidak pulang," sambung Damis.

"Jangan main-main. Cobalah, coba jangan main-main dengan saya," tegasnya lagi.

"Tidak yang mulia," timpal Yogas.

Selepas memberi peringatan tersebut, hakim kembali mempersilakan jaksa menggali informasi dari Yogas selaku saksi.

Dalam persidangan sebelumnya, terpidana kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 Harry Van Sidabukke yang dihadirkan sebagai saksi mengaku memberikan sejumlah uang kepada Agustri Yogasmara alias Yogas sebesar Rp9 ribu per paket bansos.

Mulanya Harry ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Tipikor Muhammad Damis mengenai kesepakatan dengan Yogas.

Dalam penjelasannya, Harry mengaku diminta oleh Yogas membayar Rp12.500 ribu per paket bansos namun dirinya merasa keberatan dan melakukan penawaran hingga menjadi Rp9 ribu perpaket.

"Berapa kesepakatan fee dengan Yogas, Rp9 ribu atau Rp12.500?," tanya Hakim kepada Harry.

Baca juga: Usai KPK OTT Anak Buah, Juliari Minta Pejabat Kemensos Tak Seret Namanya ke Pusaran Korupsi Bansos

"Rp9 ribu, yang 12.500 saya gak sepakat," jawab Harry.

Halaman
1234
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved