Breaking News:

Isu Keamanan Data Pribadi dan Akses Internet Muncul Jelang Munas APJII

Salah satu isu yang menghangat ialah terkait akses internet merata di seluruh daerah di Indonesia.

IST
Ketua Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah APJII, Zulfadly Syam yang juga mendeklarasikan diri untuk maju menjadi calon Ketua Umum APJII mengatakan ada sembilan isu penting dalam munas nanti salah satunya terkait juga keamanan data pribadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada 30 Juni 2021 mendatang. Dalam munas tersebut, salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum APJII periode 2021-2024. 

Salah satu isu yang menghangat ialah terkait akses internet merata di seluruh daerah di Indonesia.

Ketua Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah APJII, Zulfadly Syam yang juga mendeklarasikan diri untuk maju menjadi calon Ketua Umum APJII mengatakan ada sembilan isu penting dalam munas nanti salah satunya terkait juga keamanan data pribadi.

"Sistem yang bisa meningkatan keamanan data kita, untuk kedaulatan kita, kedaulatan Indonesia," ujar Zul dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Sabtu (5/6/2021).

Tidak hanya itu, Zul menjelaskan menciptakan kepengurusan wilayah yang mandiri juga akan menjadi isu yang hangat juga terkait peran aktif dalam tata kelola industri internet di Indonesia.

APJII lanjut Zul juga akan menjadi advisor pemerintah dalam hal pembangunan berbasis internet. "APJII juga lebih berperan aktif dan konsisten dalam forum internasional. APJII memberi pendampingan kepada perusahan anggota agar masuk bursa saham. APJII akan melakukan akselerisasi dalam tranformasi IPv6," kata Zul.

Zul menjelaskan jika semua kandidat Ketua Umum APJII memiliki kualitas yang baik. Namun tak semua kandidat punya daya pikat seperti dirinya.

"Semua kandidat bagus. Saya sudah membuktikan itu semua. Saya membutuhkan dukungan dari teman teman semua. Tak hanya dukungan moral, tapi juga dukungan suaranya saat pemilihan nanti," kata Zul di hadapan pendukungnya.

Baca juga: APJII: ISP Lokal Garda Terdepan Pemerataan Akses Internet di Indonesia

Zul juga menyinggung soal blue print kebijakan yang akan dilakukan jika dirinya terpilih menjadi Ketua APJII yang baru. Blue Print itu memuat tiga poin penting yang akan menjadi pondasi APJII jika ia terpilih nanti.

Ketiga poin itu mencakup peran APJIi di skala nasional, daerah, hingga kancah Internasional.

Kancah nasional, ia berharap APJII bisa menjadi konsultan bagi pemerintah dalam hal pembangunan berbasis internet. Sementara di skala daerah, APJII akan didorong untuk membangun ekosistem yang bermanfaat di daerah. Termasuk, menciptakan kepengurusan wilayah yang mandiri.

Sedangkan di level internasional, Ia berharap APJII nantinya bisa membawa Indonesia bersaing di level dunia.

"Indonesia bersaing di kancah internasional, itu bukan sesuatu yang tidak mungkin. Karena saya sudah membuktikannya. Saya berharap nantinya peran Indonesia di kancah internasional bisa berkelanjutan," ucapnya.

Sebagai informasi, nama Zul cukup moncer di kancah internasional. Dia pernah menjabat di posisi yang strategis yakni sebagai Steering Committee Asia Pacific Internet Exchange di tahun 2017 sampai dengan 2019. Lalu, menjadi IANA Numbering Service Review Committee pada tahun 2019 hingga 2020.(Willy Widianto)
 

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved