Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Polri Diminta Pantau Implementasi Imbauan Presiden soal Sekolah Tatap Muka

Politikus Golkar itu berharap kepolisian dan satgas covid-19 di daerah dapat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh sekolah.

Tribun Jabar/Zelphi
Guru menunjukkan lokasi cuci tangan kepada siswa di halaman kompleks Sekolah Dasar Negeri Baros Mandiri 4 di Jalan Raya Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, sebelum mereka mengikuti Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari kedua, Selasa (25/5/2021). Simulasi PTM untuk tingkat sekolah dasar dilakukan selama dua hari. SD Negeri Baros Mandiri 4 mengatur dengan mewajibkan siswa kelas 4 dan kelas 5 yang mengikuti proses ini, seperti yang dikatakan Kepala SDN Baros Mandiri 4, Kusmiati. Penerapan protokol kesehatan sebagai acuan proses ini dilaksanakan oleh 36 guru dibantu 2 pegawai sekolah dan dilengkapi sarana penunjang seperti tempat cuci tangan serta bilik sanitizer. Dalam satu ruang kelas hanya diisi maksimal 16 siswa dan waktu belajar dibagi dua periode. Untuk siswa kelas 4 pukul 07.30 hingga 09.30 dan siswa kelas 5 pukul 08.00 hingga 10.00. Simulasi ini dilakukan untuk menghadapi Tahun Ajaran Baru dengan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli mendatang. Tribun Jabar/Zelphi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian dapat memantau bersama satgas covid-19 dalam menerapkan imbaun Presiden Joko Widodo yang meminta pembelajaran tatap muka di sekolah maksimal berlangsung dua jam setiap harinya dan hanya dua hari dalam seminggu.

"Keterlibatan kepolisian dan satgas guna memantau sejumlah sekolah di wilayah yang abai dengan protokol kesehatan (prokes) dan tidak memperhatikan zona Covid-19 di daerah, namun dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif," kata Andi Rio kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Digelar Juli, Guru dan Siswa Sakit Dilarang Ikut Pembelajaran Tatap Muka

Politikus Golkar itu berharap kepolisian dan satgas covid-19 di daerah dapat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh sekolah.

Hal itu untuk memastikan sekolah-sekolah mengikuti ketentuan pembukaan sekolah secara tatap muka sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai sekolah tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti di ruang kelas ada yang tidak menggunakan masker dan pengecekan suhu tubuh pada saat memasuki lingkungan sekolah, jika perlu sekolah menyiapkan alat tes covid 19 kepada para guru dan siswa sebelum hari kegiatan belajar mengajar di laksanakan," ujarnya.

Baca juga: Hari Ini, 226 Sekolah di Jakarta Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Berikut Daftarnya

Lebih lanjut, Andi rio meminta agar para guru dan siswa dapat memastikan secara keseluruhan sudah melakukan vaksinisasi.

Sehingga dapat menjaga dan mencegah hal buruk yang dapat menimpa kepada seluruh lingkungan sekolah yang hadir saat pembelajaran tatap muka.

"Semoga pembelajaran tatap muka dapat berjalan sesuai harapan dan tetap selalu memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.

SIAP GELAR TATAP MUKA - Para guru di SD Negeri Tanah Tinggi 1, Kota Tangerang,  sedang mempersiapkan pemasangan perlengkapan protokol kesehatan, jelang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka dan PPDB di sekolah, Rabu (2/6/2021). Dengan adanya perlengkapan prokes di tiap kelas ditambah dengan para guru yang sudah mendapatkan vaksinasi ini diharapkan para siswa nantinya bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan rasa aman dan nyaman sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
SIAP GELAR TATAP MUKA - Para guru di SD Negeri Tanah Tinggi 1, Kota Tangerang, sedang mempersiapkan pemasangan perlengkapan protokol kesehatan, jelang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka dan PPDB di sekolah, Rabu (2/6/2021). Dengan adanya perlengkapan prokes di tiap kelas ditambah dengan para guru yang sudah mendapatkan vaksinasi ini diharapkan para siswa nantinya bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan rasa aman dan nyaman sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan ya ya, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved