Breaking News:

Kisah Sekda Nias Utara Tertangkap Konsumsi Ekstasi di Razia Prokes Polres Medan, Tes Urine Positif

Riko membenarkan bahwa Yafeti Nazara adalah ASN dari Dinas Kesehatan Nias Utara. "Hasil tes urinenya positif."

dok.
Oknum pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Utara Yafeti Nazara menghebohkan publik Sumatera Utara karena tertangkap razia di rumah karaoke saat petugas Res Narkoba Polrestabes Medan sedang melakukan razia protokol kesehatan di Kota Medan, Minggu (3/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Oknum pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Utara Yafeti Nazara menghebohkan publik Sumatera Utara karena tertangkap razia di rumah karaoke KTV Bosque saat petugas Res Narkoba Polrestabes Medan sedang melakukan razia protokol kesehatan di Kota Medan, Minggu (3/6/2021).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, penangkapan dilakukan di sebuah lokasi hiburan malam di KTV Room, di Jalan H. Adam Malik Kelurahan Seilalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

"Iya benar (terjadi penangkapan). Itu saat Sat Resnarkoba Polrestabes Medan sedang melakukan razia hiburan malam," kata Riko kepada www.tribun-medan.com melalui telepon seluler, Minggu (3/6/2021).

Dia menerangkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan terhadap Yafeti Nazara.

Riko membenarkan bahwa Yafeti Nazara adalah ASN dari Dinas Kesehatan Nias Utara. "Hasil tes urinenya positif," sebutnya.

Saat melakukan operasi razia hiburan tersebut, polisi menangkap 63 orang, di antaranya 23 perempuan dan 40 laki - laki.

Sekda Nias Utara Yafeti Nazara saat dipamerkan dalam gelar pemaparan di Polrestabes Medan, Senin (14/6/2021).
Sekda Nias Utara Yafeti Nazara saat dipamerkan dalam gelar pemaparan di Polrestabes Medan, Senin (14/6/2021). (TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA)

"Kalau dari karyawan KTV ada 285 butir pil diduga ecstasy, dari room ada 1 butir yang dibuang pengunjung di lantai," ujarnya.

Selain itu, saat dilaksanakan razia tersebut, petugas menemukan 11 orang terduga pelaku tindak pidana Narkotika. Salah satunya adalah Yafeti Nazara.

Dari lokasi KTV, polisi juga berhasil mengamankan buku penjualan, buku reservasi (booking tamu), bukti bon kasir, kemudian open order serta uang dari hasil penjualan ekstasi sejumlah Rp 17,2 juta.

Polisi menjelaskan, ekstasi tersebut dijual per butir seharga Rp 300.000. "Seluruh obat-obatan tersebut disiapkan oleh pihak pengelola," sebutnya.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved