Breaking News:

Virus Corona

Total 9.000 Napi Positif Covid-19, Menular Cepat Karena Berhimpitan di Dalam Sel

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga menyampaikan penularan Covid-19 di dalam penjara  sangat cepat.

HER CAMPUS
Ilustrasi penjara 

"Banyak aturan-aturan yang sudah kami lakukan, tidak boleh besuk dan sebagainya tapi petugas lembaga pemasyarakatan itu kan juga pulang ke rumah. Membeli makanan di pasar dan sebagainya, maka kemungkinan juga besar kemungkinan petugasnya terkonfirmasi," jelasnya.

Dijelaskan Reynhard, penularan Covid-19 dari sipir kepada narapidana inilah menjadi salah satu sumber penularan di dalam lapas.

Namun, setiap adanya penghuni lapas yang terkonfirmasi langsung diberikan tindakan.

"Sebagian besar sembuh. Ini diakibatkan karena adanya koordinasi dengan Dinas Kesehatan menggunakan protokol kesehatan, pemberian tambahan vitamin A dan juga rujukan ke rumah sakit bila dibutuhkan juga memberikan treatment treatment di dalam lembaga permasyarakatan dengan memisahkan mereka dalam blok tertentu," tukasnya.

Sebagai informasi, kapasitas maksimal lapas di Indonesia hanya sebanyak 132.000.

Namun jumlahnya kini telah jebol mencapai 298.394 yang mendekam di dalam lapas.

Dari jumlah tersebut, 50,9 persen di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika dengan berbagai vonis yang beragam.

Paling banyak, narapidana dengan hukuman 5 sampai 9 tahun penjara.

Adapun tren penambahan narapidana juga setiap tahun semakin tidak terkendali.

Tercatat pada 2016 jumlah penghuni lapas sebanyak 204 ribu, 2017 232 ribu, 2018 255 ribu, 2019 265 ribu dan 2021 telah mencapai 298 ribu orang.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved