Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Memasukkan Kembali Angka Kematian Jadi Indikator Penilaian Level PPKM

Satgas Covid-19: pemerintah kembali masukkan angka kematian jadi indikator penilaian level PPKM daerah.

Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pemerintah saat ini telah memasukkan kembali angka kematian menjadi indikator penilaian level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada daerah.

Angka kematian dimasukkan kembali setelah proses sinkronisasi data kematian akibat Covid-19 selama 2 pekan.

"Terdapat beberapa poin penyesuaian yang dilakukan pemerintah, meliputi memasukkan kembali angka kematian dalam indikator penilaian leveling (PPKM)."

"Hal ini dilakukan setelah proses sinkronisasi selama 2 minggu dan akan terus berlangsung," ucap Wiku dalam konferensi persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Sejak Pandemi Covid-19 Polri Tangani 131 Kasus Penyelewengan Bansos, 57 Kasus Dihentikan

Berkaitan dengan hal itu, Wiku mengingatkan pemerintah daerah untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan sinkronisasi data kematian.

Jika ditemukan perbedaan data antara pemerintah pusat, pemda diimbau untuk melakukan sinkronisasi dengan kementerian/lembaga terkait.

Dengan sinkronisasi angka kematian ini, berdampak pada kebijakan yang diambil pemerintah lebih akurat nantinya.

"Dengan demikian data yang menjadi navigasi penanganan Covid-19 dapat lebih akurat dan kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran," jelas Wiku.

Wiku Adisasmito mengabarkan kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin menurun, Selasa (17/8/2021)
Wiku Adisasmito mengabarkan kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin menurun, Selasa (17/8/2021) (Youtube BNPB Indonesia)

Baca juga: UPDATE Corona Global 25 Agustus 2021: AS Catat Tambahan Kasus Baru dan Kematian Baru Tertinggi Dunia

Sebelumnya pada awal bulan Agustus, pemerintah sempat menghapus angka kematian sebagai indikator pengendalian Covid-19.

Hal itu karena ditemukannya kesalahan dalam menginput data yang menyebabkan akumulasi kasus kematian pada beberapa minggu sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved