Breaking News:

Bursa Capres

Pengamat: Duel Prabowo, Airlangga dan Puan Berpeluang Terjadi di Pilpres 2024

"Sangat mungkin akan terjadi pertarungan antar elite partai vs ketua partai," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Prabowo Subianto dan Joko Widodo, mantan petarung Pilpres 2019 yang kini menjalin koalisi di kabinet. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemilihan Presiden 2024 dinilai akan menjadi ajang pertarungan antara ketua umum partai politik. Pertarungan antara Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, dan Puan Maharani diprediksi terbuka lebar.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, kans pimpinan partai seperti, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, AHY, Zulkifli Hasan, hingga Puan Maharani unyuk bertarung di pilpres terbuka lebar.

"Sangat mungkin akan terjadi pertarungan antar elite partai vs ketua partai," ujar Adi saat dihubungi Selasa (14/9/2021).

Adi mencontohkan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang dinilai sangat realistis maju di Pilpres 2024. Menko Perekonomian itu juga didukung oleh DPD dan DPC Partai Golkar di daerah.

Baca juga: Jika Pilpres Dilakukan Hari Ini, Berikut Sosok yang Akan Dipilih Publik

"Airlangga Hartarto sangat realistis maju, sebagai Ketum Golkar yang punya trah politik maju sendiri," kata Adi.

Selain Airlangga, sosok Puan Maharani juga lebih diunggulkan ketimbang rekan separtainya di PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Meski Ganjar lebih populer, Puan lebih diunggulkan maju di Pilpres 2024.

Baca juga: Zulhas Diam-diam Bertemu Ridwan Kamil, Bahas Pilpres 2024?

Termasuk Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno. Keduanya potensial maju. Adi menyebut pertarungan pimpinan partai mungkin terjadi. Apalagi pada 2024 tak ada petahana.

Baca juga: Jika Duet Jokowi-Prabowo Jadi Kenyataan, SBY-JK Berpotensi Ikut Pilpres 2024

"Justru nama-nama populer seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar bakal kesulitan maju karena persoalan dukungan partai," imbuhnya.

Menurut Adi, pada Pilpres 2024 elite partai sepertinya tak akan mau memberikan karpet merah ke sosok yang bukan kader partai politik.

Selain itu, sosok yang pantas maju di pilpres adalah yang tebukti bisa mengatasi kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat. Serta memastikan memastikan ekonomi dan demokrasi sama-sama tumbuh bersamaan.

"Ekonomi maju tapi demokrasi tak sehat itu tak ada gunanya. Sebaliknya, demokrasi maju namun ekonomi babak belur juga percuma," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved