Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Faktor Kelalaian Jadi Penyebab Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Polda Metro Jaya menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Tribunnews.com/Fandi Permana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat konferensi pers mengenai penetapan tersangka baru Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (29/9/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Dalam hasil gelar perkara yang dilakukan kemarin, penyidik memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menewaskan 49 orang. Polisi menyatakan kebakaran terjadi karena kelalaian semata atau kealpaan yang dilakukan tersangka narapidana dan petugas lapas.

"Kemarin sempat ditanya apakah ini ada unsur kesengajaan? Sampai sejauh ini penyidik belum menemukan adanya unsur kesengajaan. Oleh karena itu maka dalam gelar perkara kemarin, para penyidik sepakat bahwa tidak ada unsur kesengajaan, tetapi adalah karena kelalaiannya," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Polda metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Tubagus menambahkan maksud kelalaian dalam peristiwa kebakaran ini adalah tindakan yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, diketahui adanya pemasangan listrik yang tidak sesuai ketentuan dan melanggar SOP. Pemasangan kabel listrik juga dilakukan oleh orang yang tidak profesional atu yang bukan ahli di bidangnya.

Baca juga: Kebakaran Lapas Tangerang Karena Arus Pendek Listrik, Polisi: Instalasi Dipasang Bukan oleh Ahlinya

"Bagaimana lalainya? Lalainya karena pemasangan instalasi aliran listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan SOP. Listrik di Blok C2 Lapas itu dipasang dengan alat yang tidak tepat dan juga dipasang oleh bukan orang yang profesional seharusnya," jelas Tubagus.

Untuk menentukan faktor kelalaian ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi ahli untuk mendalami kasus ini. Ahli itu turut melibatkan laboratorium forensik hingga ahli kebakaran yang diketahui dari IPB dan UI.

"Ahli yang kita gunakan dalam hal ini, yang pertama adalah dari laboratorium forensik, kedua dari IPB ahli kebakaran, dan yang ketiga dari Universitas Indonesia," ujarnya.

Pemicu percikan api

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved