Breaking News:

Penanganan Covid

MUI Umumkan Fatwa Kehalalan Vaksin Zifivax: Hukumnya Suci dan Halal

Ketua Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengumumkan vaksin Covid-19 Zifivax suci dan halal hari ini, Sabtu (9/10/2021).

Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Ketua Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh. Dalam artikel mengulas tentang pengumuman MUI terkait kehalalan vaksin Covid-19 Zifivax hari ini, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan status kehalalan Vaksin Zifivax hari ini, Sabtu (9/10/2021).

Ketua Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menyebut, vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharm Pharmaceutical ini suci dan halal.

Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian dan pengkajian secara syar'inya atas dasar auditing yang dilakukan tim auditor.

"Vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharm Pharmaceutical hukumnya suci dan halal," katanya melalui siaran langsung di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Asrorun Niam, Vaksin Zifivax dinyatakan halal karena proses produksinya memenuhi standar halal.

Selain itu, tidak ditemukan penggunaan material yang haram dan najis dalam komposisi serta proses produksinya.

Baca juga: Mengenal Vaksin Zifivax yang Izin Penggunaannya secara Darurat Telah Diterbitkan BPOM

Selanjutnya, meski suci dan halal, Vaksin Zifivax ini boleh digunakan dengan syarat terjamin keamananya menurut ahli dan lembaga yang kredibel dan kompeten.

"Poin kedua ini penting, karena kebolehan penggunaan vaksin ini terikat oleh aspek thayyiban, aspek keamaan, aspek efikasi," katanya.

Diketahui, penetapan kehalalan Vaksin Zifivax terdapat dalam Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 setelah berbagai proses pendalaman.

Fatwa tersebut, mengenai produk Covid-19 dari Anhui Zhifei Longcom Biopharm Pharmaceutical Co., Ltd, yang dibahas dan ditetapkan pada 28 September 2021.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved