Hari Ibu

BPIP: Kontribusi Perempuan Tangguh Indonesia Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Sesuai Nilai Pancasila

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina bicara soal peran penting perempuan Indonesia.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr Rima Agristina saat dialog Memperingati Hari Ibu 22 Desember yang bertajuk Perempuan Tangguh Indonesia Tumbuh di Studio Kompas TV, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Rima Agristina memaknai peran perempuan Indonesia sangat penting.

Di mana, dulu perempuan turut berjuang meraih kemerdekaan bersama-sama dengan kaum pria. Sekarang kaum perempuan harus berjuang mempersiapkan generasi yang akan menjadi pewaris dan pemimpin Indonesia masa depan.

Hal itu disampaikan Rima Agristina saat dialog Memperingati Hari Ibu 22 Desember yang bertajuk Perempuan Tangguh Indonesia Tumbuh di Studio Kompas TV, beberapa waktu lalu.

"Keberhasilan dari Pembinaan Pancasila , kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dibuktikan dengan hadirnya perempuan-perempuan tangguh yang berani berbicara, berani menyampaikan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila," kata Rima.

Keberanian para perempuan tangguh membuka persoalan yang selama ini terpendam, diapresiasi oleh Rima dan berharap akan lebih banyak lagi perempuan-perempuan Indonesia yang berani membuka dan menghadapi persoalan yang dihadapinya dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

Baca juga: BPIP Kunjungi dan Berikan Santunan Kepada Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Adalah tindakan yang Pancasila ketika perempuan tangguh berani mengungkapkan kebenaran, menghadapi persoalan dan berupaya menyelesaikannya dengan cara yang sesuai aturan, dan bukan malah menyembunyikannya dalam-dalam.

"Karena yang kita pertaruhkan adalah masa depan bangsa Indonesia. Masa depan anak-anak yang nanti akan menjadi pewaris dan pemimpin bangsa," ucapnya saat ditanya mengenai keberanian seorang Ibu yang melaporkan mengenai kekerasan yang dialami anaknya di lingkungan pendidikan.

Rima menambahkan, hasil daripada pendidikan kesetaraan gender hingga pemberdayaan perempuan telah berhasil mengangkat keberanian mengungkap persoalan, dan keberanian menghadapi persoalan.

Pembinaan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak harus dimulai dari keluarga, dari rumah. Seorang ibu, perempuan Indonesia, harus menjadi teladan Pancasila dalam Tindakan bagi anak-anaknya.

"Pondasi pemahaman nilai-nilai Pancasila akan membentuk karakter dasar anak-anak kita. Pembinaan yang dimulai dari rumah, dengan adanya pandemi, kebijakan WFH memberikan banyak waktu untuk terjadinya ruang dialog antara ibu dan seluruh anggota keluarganya yang semakin kuat. Manfaatkan waktu tersebut untuk menguatkan ikatan dari anak-anak kepada nilai-nilai moral Pancasila," jelasnya.

Rima mengatakan bahwa peringatan Hari Ibu untuk tahun ini bisa dimaknai dengan melihat bagaimana perjuangan dari para kaum perempuan untuk tetap produktif berkarya di masa pandemi , yang menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh dan berdaya.

Perjuangan kaum perempuan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila selama Pandemi, terlihat dari berbagai aktivitas yang dilakukan mulai dari pendidikan kepada anak-anaknya di rumah, kreativitas bekerja di masa pandemi, hingga keberanian bersikap dan bertindak untuk membela kebenaran.

"Dan tentu saja ini kontribusi dari perempuan tangguh Indonesia dalam menyiapkan pewaris dan pemimpin Indonesia masa depan," ucap Rima.

"Kami harapkan para perempuan tangguh Indonesia bisa memberikan contoh teladan bagi anak-anak, bagaimana Pancasila dalam tindakan , bukan sesuatu yang hal jauh atau sulit dilakukan, tetapi dapat dilaksanakan dalam keseharian dalam bertutur kata, dalam pemanfaatan sosial media yang bijak dalam melihat informasi kemudian juga dengan aktivitas yang produktif," tambahnya.

Rima juga menyambut baik keterpilihan Indonesia yang secara resmi yang memegang keketuaan atau presidensi Group of Twenty (G20) per 1 Desember 2021.

Menurut Rima, hal itu menjadi momentum bagi perempuan-perempuan tangguh Indonesia untuk kembali mengangkat dan mempromosikan soal kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang ekonomi, akan menjadi salah satu isu penting yang akan diangkat dan dipromosikan Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20," tutup Rima.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved