BNPT Monitoring Perkembangan Kripto, Cegah Pendanaan Terorisme
Boy menjabarkan, modus pendanaan terorisme di Indonesia antara lain pemanfaatn kotak amal dan sumbangan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, pihaknya memonitoring perkembanga mata uang digital atau kripto, dalam pendanaan kegiatan terorisme di Indonesia.
Hal itu diungkapkannya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1/2022).
Awalnya, Boy menyebut ada sejumlah modus pendanaan terorisme di Indonesia.
BNPT, lanjut Boy, berperan memonitoring risiko tindak pidana terorisme.
"Pada bidang pendanaan terorisme, bersamaan dengan pemangku kepentingan, BNPT telah mengambil bagian dalam merilis pemilaian risiko Indonesia terhadap tindak pidana terorisme dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal tahun 2021," kata Boy di Gedung DPR, Jakarta.
Baca juga: Kepala BNPT Ungkap Ada Upaya Infiltrasi Jaringan Terorisme ke Lembaga Negara, Utamanya BUMN
Boy menjabarkan, modus pendanaan terorisme di Indonesia antara lain pemanfaatn kotak amal dan sumbangan.
Kemudian penggalangan dana dengan cover bisnis lokal, misalnya bisnis home industry (rumah tangga) dan kuliner.
"Dan penjualan aset pribadi, crowd funding oleh individu yang bekerja di luar negeri, crowd funding yang memanfaatkan media seperti MLM atau skema ponzi," ucapnya.
"Apalagi sekarang ada crypto currency. Ini juga sedang mengupayakan dapat ikut monitoring terhadap fenomena berkembangnya fenomena crypto currency saat ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rapat-kerja-komisi-iii-dpr-dengan-kepav.jpg)