Bursa Capres

Pengamat Nilai Pernyataan Jokowi Soal 'Ojo Kesusu' Isyarat Agar Ganjar-Erick Maju di 2024

Pernyataan ojo kesusu atau jangan buru-buru yang dikatakan Presiden Joko Widodo dalam Rakernas Projo ditafsirkan berbeda.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Istimewa
Jokowi menghadiri Rakernas V Projo di Balai Perekonomian Desa (Balkondes) Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan ojo kesusu atau jangan buru-buru yang dikatakan Presiden Joko Widodo dalam Rakernas Projo ditafsirkan berbeda oleh pengamat politik INDOPOL, Verdy Firmantoro

Menurutnya, pernyataan Jokowi soal jangan tergesa-gesa dalam menentukan arah politik satu sisi tentu saja betul, karena politik bukan ajang pencarian bakat, yang terkadang dikejar jam tayang.

Politik menurutnya sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat.

"Hanya saja, perlu diingat jika demokrasi di era digital meniscayakan disrupsi, perubahan nan cepat namun tak bisa ditebak. Makanya isyarat Jokowi yang menyebut ‘yang kita dukung bisa jadi ada di sini’ di acara rakernas Projo tersebut juga sudah tepat. Karena masyarakat demokrasi kita yang notabene pengguna media sosial sebetulnya paham, apa yang dimaksud Jokowi tersebut," kata Verdy dalam pesan yang diterima, Selasa (24/5/2022).

Verdy menilai bahwa lewat pernyataan tersebut politik harus realistis dan logis.

"Tidak mungkin presiden Jokowi secara vulgar memberikan dukungan. Juga tidak mungkin mendukung yang tak berpotensi meraih kemenangan dan meneruskan cita-citanya," kata dia.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Punya Potensi Jadi King Maker dan Bentuk Poros Baru di Luar PDIP

Verdy kemudian menarik kaitan lain ketika ketika halal bihalal pasca lebaran idulfitri, saat Presiden Jokowi menerima salah satu menterinya di Istana Yogyakarta, Erick Thohir.

Menurutnya, itu juga sebuah isyarat.

"Animo masyarakat yang belakangan ini tengah masif mendeklarasikan bahkan memaketkan Ganjar Pranowo-Erick Thohir untuk berlaga di Pemilihan Presiden 2024 adalah hal yang wajar," katanya.

"Suka atau tidak, duet Ganjar Pranowo-Erick Thohir dinilai masuk dalam simulasi lembaga survei lantaran keduanya seorang profesional. Selain itu, mereka dianggap mampu memaksimalkan media sosial sebagai alat kampanye jelang Pilpres 2024 mendatang," ucap Verdy.

Setidaknya, dikatakan Verdy, ada lima hal yang membuat nama Ganjar Pranowo dan Erick Thohir potensial dipasangkan sebagai capres dan cawapres 2024.

Baca juga: Respons Ketua Umum Projo soal Pidato Jokowi Minta Relawan Ojo Kesusu Tentukan Capres 2024

Pertama yakni elektabilitas Ganjar terus menguat dan cenderung menempati posisi teratas di berbagai survei opini publik.

"Sementara Erick Thohir juga mempunyai kans maju mewakili kalangan pengusaha dan tokoh pemimpin muda," kata dia.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved