Panglima TNI Didorong Bentuk TPF Soal Meninggalnya Sertu Bayu

Landy Arnet mendukung Panglima TNI untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) soal kasus meninggalnya Sertu Marctyan Bayu Pratama.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Captured Youtube
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa didorong untuk membentuk TPF Soal Meninggalnya Sertu Bayu. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB Inspira) Landy Arnet mendukung Panglima TNI untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) soal kasus meninggalnya Sertu Marctyan Bayu Pratama yang diduga dianiaya seniornya.

Menurut Landy, pembentukan TPF terkait awal masalah yang menyebabkan Sertu Bayu dianiaya seniornya hingga meninggal dunia tersebut sangat penting.

Pasalnya, awal mula penganiayaan kepada Sertu Bayu dikabarkan karena utang piutang. Padahal, menurut Landy, Sertu Bayu diduga terlibat jual beli amunisi kepada teroris KKB.

“Kasusnya murni jual beli amunisi kepada teroris KKB, bukan utang piutang. Makanya kami di sini ingin meluruskan pemberitaan. Perlu merekomendasikan kepada Panglima TNI terkait pembentukan TPF soal sebab musabab Sertu Bayu dianiaya hingga meninggal dunia,” kata dia kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Menurutnya, Sertu Bayu sempat diintrogasi seniornya terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan jual beli amunisi kepada teroris KKB.

Namun, Sertu Bayu tidak mengakui perbuatannya.

Baca juga: Panglima TNI Janji Kawal Kasus Tewasnya Sertu Bayu Hingga Tuntas

“Panglima TNI perlu membuka ulang dan meninjau ulang kasus meninggalnya Sertu Bayu karena yang bersangkutan merupakan terduga terlibat dalam penjualan amunisi kepada KKB,” kata dia.

Selain itu, Landy juga mendorong ketegasan Panglima TNI jika ditemukan oknum-oknum yang melakukan jual beli amunisi kepada teroris KKB.

Sebab, katanya, sudah banyak TNI, Polri dan masyarakat sipil yang menjadi korban keganasan teroris KKB.

“Bayangkan saja jika teroris KKB disuplai amunisi betapa berbahayanya anggota TNI, Polri dan Masyarakat Sipil hidup di Papua. Sudah banyak anggota TNI, Polri dan masyarakat sipil yang menjadi korban keganasan teroris KKB,” katanya.

Baca juga: FAKTA Kasus Kematian Sertu Bayu, Prajurit TNI yang Diduga Dianiaya Senior dan Respons Panglima TNI

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan, dirinya bakal mengawal kasus tewasnya seorang anggota TNI berpangkat sersan satu (sertu) Marctyan Bayu Pratama, di Timika, Papua.

Sertu Bayu tewas diduga dianiaya seniornya.

Jenderal Andika juga berterima kasih atas informasi yang diberikan Sri Rejeki, ibunda dari Sertu Bayu.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved