Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Polri Sebut Tak Ada Aremania yang Ditangkap di Kasus Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Polri menegaskan pihaknya tidak melakukan penangkapan terhadap pendukung Arema FC atau Aremania dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang,

SURYA/PURWANTO
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Malang, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022). Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan menonaktifkan 28 anggota polri, salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertugas mengamankan laga pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya. Selain itu Polri juga memberikan reward kepada dua personel polisi yang gugur saat mengamankan laga tersebut. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri menegaskan pihaknya tidak melakukan penangkapan terhadap pendukung Arema FC atau Aremania dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Hal tersebut untuk meluruskan kabar yang beredar bahwa pihak kepolisian menangkap sejumlah Aremania saat kerusuhah di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Tidak ada ya, saya luruskan tidak ada," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Nantinya, kata Dedi, pihaknya akan menyampaikan perkembangan penanganan terkait peristiwa tersebut secara utuh dalam waktu dekat.

"Nanti akan kita sampaikan teman-teman mungkin siang akan saya sampaikan updatenya," tukasnya.

Baca juga: FOTO-FOTO Pelajar yang Meninggal Dunia Akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Hingga saat ini, Polri mencatat ada 455 orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Dengan rincian, 125 tewas, 21 luka berat, dan 309 luka ringan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved