Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Mensos Risma: Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Diprioritaskan Dapat Bansos

Menurut Risma, saat ini para anak dan istri yang ditinggalkan oleh suami atau ayahnya dalam Tragedi Kanjuruhan membutuhkan bantuan khusus.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Kemensos RI
Mensos Risma. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan anak-anak yang orang tuanya meninggal dapat terdata dalam penerima bantuan sosial anak yatim.

Menurut Risma, saat ini para anak dan istri yang ditinggalkan oleh suami atau ayahnya dalam Tragedi Kanjuruhan membutuhkan bantuan khusus.

"Berat ya, apalagi ada yang meninggalkan istri dan anak yang masih kecil. Kita akan lakukan secara khusus, misalnya meninggalkan anak yatim, maka akan kita masukkan ke dalam penerima bantuan sosial untuk anak yatim," kata Risma melalui keterangan tertulis, Minggu (16/10/2022).

Baca juga: Soal Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Menpora Janji Pemerintah Tak Akan Intervensi PSSI

Risma mengatakan Kemensos telah menuntaskan pemberian santunan kepada ahli waris korban yang meninggal, sedangkan untuk korban luka-luka masih dilakukan pendataan.

Selain santunan, Kemensos juga memberikan dukungan psikososial dengan menghadirkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis keluarga korban.

Dirinya menekankan bahwa pemberian santunan merupakan bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Sosial, bukan sebagai bentuk pengganti rasa kehilangan keluarga.

"Jadi santunan ini bukan sebagai pengganti putra putri panjenengan, karena kami tidak mungkin bisa mengganti," ucap Risma.

Seperti diketahui, Risma mengunjungi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (15/10).

Dalam sambutannya di Pasuruan, Mantan Walikota Surabaya dua periode itu mengungkap belasungkawa kepada keluarga dan korban yang hadir.

"Kami atas nama pemerintah mengucapkan belasungkawa maupun kesedihan. Ini bukan hanya di Malang saja yang menderita, bukan di Pasuruan saja. Kami seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia ikut berbelasungkawa," kata Risma.

Pemerintah memberikan santunan kepada 16 ahli waris di Pasuruan, masing-masing menerima santunan senilai Rp15 juta.

Adapun keluarga korban yang hadir berasal dari Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Probolinggo, dan Jember.

Turut hadir tiga orang luka berat yang menerima santunan senilai Rp5 juta, dan empat orang korban luka ringan yang mendapatkan santuan sebesar Rp2,5 juta.

Risma juga bertolak ke Kantor Kecamatan Ngusikan Jombang untuk bertemu keluarga korban.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved