Kepala BKKBN: Pemeriksaan Kesehatan Pranikah Dapat Cegah Stunting
Minimal, pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan hemoglobin, lingkar lengan atas, berat badan dan tinggi badan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Stunting harus dicegah bahkan jauh-jauh hari sebelum kehamilan ibu.
Bahkan, sebelum pernikahan pun, calon pengantin perlu melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelum menikah.
Karena, pemeriksaan kesehatan pranikah dapat cegah terjadinya stunting.
Baca juga: Turunkan Angka Stunting, Kadinkes Provinsi NTB Sebut Perlu Keterlibatan 5 Elemen
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.
"Mencegah lebih penting. Makanya kalau memanajemen dari hulunya, jadi orang sebelum hamil. Sekarang program BKKBN adalah supaya yang nikah tiga bulan sebelumnya diperiksa dulu," ungkapnya pada kanal YouTube Tribunnews, Senin (13/2/2023).
Pemeriksaan kesehatan tersebut berupa hemoglobin, lingkar lengan atas, berat badan dan tinggi badan.
"Minimal itulah. Kalau perempuan terlalu kurus, lingkar lengan kurang 23,5 sentimeter, otomatis hamil anak juga berisiko stunting," paparnya lagi.
Selain itu, orang yang memiliki penyakit anemia atau kadar hemoglobin kurang saat hamil juga dapat berisiko stunting.
Resiko lainnya adalah perempuan yang mengalami kekurang vitamin D.
"Jadi akhirnya juga hamilnya plasenta tipis akhirnya stunting. Jadi orang mau hamil harus sehat," tegasnya.
Pemeriksaan di awal sebelum pernikahan dimaksudkan untuk mencegah munculnya risiko stunting.
Sayangnya kata Hasto belum semua masyarakat berpikir soal persiapan kehamilan karena kurangnya pengetahuan.
Lebih lanjut Hasto menjelaskan jika stunting secara umum dipengaruhi oleh dua faktor.
Pertama faktor lingkungan atau faktor sensitif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wawancara-tribun-network-dengan-kepala-bkkbn-hasto-wardoyo_20230120_035839.jpg)