Minggu, 31 Agustus 2025

Bahlil Lahadalia Respons Sikap DPD I Golkar Tolak Munaslub: Diatur Saja

Bahlil Lahadalia memberikan respons saat ditanya mengenai DPD I Golkar menolak adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub)

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usai rapat intern di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/7/2023). Bahlil kembali menegaskan bahwa dirinya baru akan maju menjadi Calon Ketua Umum Golkar hanya melalui mekanisme resmi partai. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi yang juga kader Golkar Bahlil Lahadalia memberikan respons saat ditanya mengenai DPD I Golkar menolak adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang beragendakan evaluasi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Menurut Bahlil hal itu silakan diatur pengurus Golkar.

"Itu diatur aja, diatur aja ya," kata Bahlil usai rapat intern di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/7/2023).

Bahlil kembali menegaskan bahwa dirinya baru akan maju menjadi Calon Ketua Umum Golkar hanya melalui mekanisme resmi partai.

"Saya cuman lewat mekanisme ya. Saya hanya mau melalui mekanisme partai yang baik," katanya.

Saat ditanya mekanisme yang baik itu pada tahun depan setelah periode kepemimpinan Golkar Airlangga Hartarto habis, atau sekarang ini bila Munaslub terjadi, Bahlil menjawab diplomatis.

Baca juga: DPD 1 Ingin Golkar Dukung Prabowo, Airlangga:  Tim Sedang Kerja

Ia mengatakan mekanisme yang baik itu bisa terjadi kapan saja.

"Saya hanya melalui mekanisme ya,mekanisme itu bisa kapan saja. Bisa semua kemungkinan," pungkasnya.

Sebelumnya Partai Golkar sekarang ini sedang diterpa isu gejolak internal.

Sejumlah politisi senior Golkar mendesak digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), diantaranya Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam.

Ia mengeklaim sudah menemui beberapa kader senior Partai Golkar untuk konsolidasi mengenaiMunaslub.

Baca juga: DPD Provinsi Dorong Golkar Berkoalisi dengan Gerindra, Pasangkan Prabowo-Airlangga

Ia mendesak Airlangga untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum demi keselamatan Partai Golkar.

Pasalnya Airlangga dipanggil Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunan tahun 2021.

Para politisi senior tersebut bahkan telah menggaungkan sejumlah nama yang dinilai cocok untuk menggantikan Airlangga Hartarto. Mereka diantaranya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan