Data BAIS Disebut Diretas dan Dijual, Mabes TNI: Server Sudah Dinonaktifkan untuk Penyelidikan
Akun itu menyebut data milik badan intelijen Indonesia diretas oleh entitas bernama MoonzHaxor.
Akun itu pun merujuk hal tersebut pada insiden serupa pada tahun 2021.
Akun @FalconFeedsio mengatakan pada tahun 2021 jaringan internal milik Badan Intelijen Negara (BIN) diretas oleh sekelompok peretas asal China.
Akun itu pun turut menyematkan tautan pemberitaan media berbahasa asing terkait insiden pada 2021 lalu.
Cuitan @FalconFeedsio itu pun lantas memicu reaksi dan komentar pengguna X lainnya.
Tercatat, cuitan itu telah dilihat sebanyak 869 ribu kali dan diunggah ulang sebanyak 1.716 kali hingga Selasa (25/6/2024) sekira pukul 07.00 WIB.
Cuitan itu juga tercatat telah mendapatkan 1.234 komentar dan disukai sebanyak 5.307 kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mayjen-tni-nugraha-gumilar-terkait-gudmurah.jpg)