Sabtu, 30 Agustus 2025

Golkar Balas PKS karena Ungkit 'Matahari Kembar' usai Para Menteri Temui Jokowi

PKS nilai kunjungan sejumlah menteri Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke7 RI Joko Widodo di kediaman munculkan kesan matahari kembar.

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Sri Juliati
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
MENTERI KUNJUNGI JOKOWI - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri) dan Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji (ketiga dari kiri) tiba di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2024). Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji menanggapi anggapan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menilai kunjungan sejumlah menteri Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah memunculkan kesan adanya 'matahari kembar' dalam pemerintahan.  

TRIBUNNEWS.COM - Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menyatakan,  kunjungan sejumlah menteri ke rumah Presiden ke- RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo merupakan silaturahmi di momen lebaran.

Pernyataan ini disampaikan Sarmuji membalas ucapan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menilai kunjungan sejumlah menteri Presiden Prabowo Subianto ke rumah Jokowi memunculkan kesan adanya 'matahari kembar' dalam pemerintahan. 

Menurut Sarmuji, apa yang dilakukan para pembantu presiden itu merupakan hal yang wajar dan seharusnya tak ditarik ke ranah politik. 

"Jadi sesuatu yang wajar sebenarnya, tidak perlu dikhawatirkan, dan kita mesti membedakan yang betul-betul silaturahmi atau acara kemanusiaan, atau mana yang berbau politik," kata Sarmuji, dalam tayangan YouTube Kompas TV, dikutip Minggu (13/4/2025). 

"Kalau nanti semua ditarik ke dalam politik, nanti orang nggak mau silaturahmi, nanti nggak enak sama Istana," lanjutnya. 

Sarmuji menekankan bahwa tidak ada yang istimewa dalam kunjungan tersebut karena momen silaturahmi merupakan bagian dari tradisi. 

Ia mengatakan, wajar jika para menteri kabinet Prabowo bersilaturahmi ke Jokowi, mengingat mantan Wali Kota Solo itu adalah sosok yang dianggap sebagai orang tua sekaligus atasan mereka selama menjabat.

"Nggak ada sesuatu yang spesial, yang khusus nggak ada. Karena ini momentumnya lebaran, sewajarnya orang yang merayakan lebaran kita pasti mengingat orang-orang tua kita, sahabat kita," katanya. 

"Dan kebetulan Pak Jokowi adalah orang tua sekaligus Presiden saat mereka menjadi menteri," lanjutnya. 

Terkait tidak hadirnya kader PKS dalam silaturahmi tersebut, Sarmuji menyebut hal itu juga lumrah karena selama era Jokowi tidak ada kader PKS yang menjadi menteri.

Baca juga: Daftar Tokoh Temani Prabowo Bertemu Megawati di Teuku Umar, Ahmad Muzani hingga Sufmi Dasco

"Kalau orang PKS nggak ada yang ke sana, karena pas Pak Jokowi nggak ada orang PKS yang jadi menteri."

"Andaikan teman pak Mardani ada yang jadi menteri, mungkin ke Pak Jokowi juga," kelakar Sarmuji. 

Sarmuji pun mengajak semua pihak untuk memandang peristiwa ini secara proporsional.

"Kalau orang PKS nggak ada yang ke sana, karena pas Pak Jokowi nggak ada orang PKS yang jadi menteri," tegas dia.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menemui Jokowi pada Rabu (9/4/2025) siang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan