Sosok Hendropriyono: Wajarkan Usulan Pemakzulan Gibran oleh Purnawirawan TNI, Bela Hercules
Sosok A.M. Hendropriyono mencuat setelah ikut berpendapat tentang usulan pemakzulan Gibran oleh purnawirawan TNI, ia juga menengahi kasus Hercules
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Febri Prasetyo
Baginya, usulan tersebut sah-sah saja.
"Enggak apa-apa. Menurut saya itu sah-sah saja. Kan kita harus bebas berekspresi, berbicara. Apalagi kalau purnawirawan yang berbicara mestinya itu kan sudah terukur, jadi tidak akan keluar dari bingkai ideologi, dari Pancasila, dari UUD 45."
Hendropriyono juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan disiplin sosial.
"Yang penting kalau harapan saya selalu kita menjaga stabilitas nasional. Itu saja, dan disiplin sosial tetap harus ditegakkan," papar dia.
Minta Jangan Hujat Hercules
Selain menanggapi perihal usulan purnawirawan TNI meminta pemakzulan Gibran, Hendropriyono mencoba menengahi perseteruan yang terjadi antara Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules dan sejumlah purnawirawan TNI.
Menurutnya, kedua belah pihak seharusnya dapat saling introspeksi diri, termasuk juga masyarakat.
Hercules sepatutnya mendengarkan masukan dari para purnawirawan TNI.
Sementara itu, purnawirawan TNI dan masyarakat akan lebih baik untuk tidak membalas makian Hercules.
Pasalnya, yang terjadi sekarang publik justru melakukan bullying terhadap Hercules.
"Dia (Hercules) jadi kayak begini (disebut seperti seorang preman) kan akibat dari kita, kondisi masyarakat kita secara sosial ekonomi, akhlak kejiwaan, rasa kebangsaan, rasa profesionalisme kita membentuk dia."
"Kok, jadi seperti ini. Di mana salahnya? Ini lah yang harus kita pikirkan untuk memperbaiki dan rasanya dia itu patut merubah organisasinya menjadi bagaimana yang diharapkan oleh para purnawirawan semua dan rakyat," kata Hendropriyono pada Sabtu (4/5/2025) dilansir Tribun Jakarta.
Hercules baru-baru ini menjadi "lumbung hujatan" publik yang geram lantaran tingkahnya seperti seorang preman.
Hendropriyono menjelaskan Hercules juga seorang anak bangsa yang memiliki jasa bagi Indonesia.
"Hercules seperti halnya juga setiap orang Indonesia adalah anak bangsa kita, dia dulu juga sebagai TBO (Tenaga Bantuan Operasi), kemudian partisan, itu ikut bahu-membahu bersama kita melaksanakan tugas negara."
"Waktu itu di Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste," ujar Hendropriyono.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.