Senin, 1 September 2025

PIK, Titik Temu Antar Umat Beragama dalam Momen Puja Waisak Thudong 2025

Sebelum kembali ke Thailand, para Bhikkhu Thudong menghadiri kegiatan doa bersama “Puja Waisak Thudong 2025” di Si Mian Fo Riverwalk Island, PIK.

|
Editor: Anniza Kemala
Istimewa
PUJA WAISAK THUDONG - Ribuan umat Buddha dan Bhikkhu Thudong berkumpul dalam suasana khidmat di Si Mian Fo, Riverwalk Island PIK, untuk mengikuti prosesi suci Puja Waisak Thudong 2025, pada Rabu (14/05/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 38 Bhikkhu Thudong dari Thailand telah berjalan kaki sejauh 2.800 km  ke Candi Borobudur dalam rangka Hari Raya Waisak 2569 BE.

Sebelum bertolak ke negara asalnya, para Bhikkhu menghadiri kegiatan doa bersama “Puja Waisak Thudong 2025” di Si Mian Fo Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK) pada hari Rabu (14/05/2025). 

Kegiatan ini mengusung tema “Doa, Pemberkahan dan Berbagi Cinta Kasih bersama Bhikkhu Thudong” serta diisi dengan sesi penyerahan seluruh barang dan dana hasil Pindapatta dan Sanghadana–yang sebelumnya diterima di acara Doa Kebangsaan Menyambut Waisak 2569 BE/2025 pada 19 April–kepada panti asuhan, rumah ibadah, dan orang-orang yang membutuhkan.

Acara ini menjadi momen penuh makna yang mengangkat nilai kebajikan, kedamaian, dan kebersamaan lintas umat. Puja Waisak Thudong 2025 dibuka dengan sambutan hangat dari Soegiandi selaku Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci dan  dan Panitia Thudong Si Mian Fo

“Hari ini kita melakukan Puja Waisak sekaligus menyerahkan hasil Pindapatta dan Sanghadana yang dikumpulkan 19 April lalu. Hari ini kita akan adakan distribusi oleh para Bhante tersebut kepada Yayasan maupun tempat-tempat ibadah dan masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana  merupakan tujuan daripada para bhikkhu Thudong dalam mengadakan acara pindapata maupun sanghadana,” jelas Soegiandi.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Yang Mulia Bhante Phra Yuttana Pranitan dan Yang Mulia Bhante Phra Khru Wichai yang dibagikan ke kurang lebih 46 Vihara dan 19 Panti Asuhan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya pulau Jawa.

Suasana khusyuk makin terasa saat prosesi Puja penyalaan lilin dan dupa di Altar Sang Buddha dan Phra Phom sebagai bentuk penghormatan dan persembahan spiritual. Pembacaan Pancasila Aradhana dan Paritta oleh para Bhikkhu yang diikuti oleh para umat menjadikan suasana begitu sakral dan penuh berkah.

Usai mendaraskan doa dan harapan, seluruh umat yang hadir mendengarkan Dhammadesana yang disampaikan oleh YM Bhante Phra Khru Wichai sebagai bentuk pencerahan moral dan spiritual kepada para umat yang hadir. 

Baca juga: Menyambut Bulan Maria, Ribuan Umat Ikuti Doa Rosario di PIK 2

Kegiatan ditutup dengan pelimpahan berkat dari para Bhikkhu Thudong untuk seluruh umat yang hadir dari berbagai daerah sebagai ungkapan doa dan harapan mereka untuk kedamaian serta kesejahteraan bagi semua.

Kemudian dilakukan juga pelimpahan jasa kepada semua makhluk, yang menegaskan semangat cinta kasih universal yang menjadi inti ajaran Buddha.

PIK, Titik Temu Spiritualitas dan Keberagaman

Salah satu prosesi suci di momen Puja Waisak Thudpng 2025

Kehadiran para Bhikkhu Thudong di Si Mian Fo bukan sekadar persinggahan spiritual dan lebih dari sekadar seremoni keagamaan, namun juga untuk memperingati Trisuci Waisak atau tiga peristiwa suci dalam hidup Sang Buddha; kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafat menuju nirwana).

Melalui Puja Waisak Thudong, nilai-nilai ini dihidupkan kembali dan dijadikan inspirasi bagi masyarakat lintas agama serta dapat menjadi wadah kebersamaan antar umat beragama dalam merayakan nilai-nilai spiritual yang luhur.

Miranda DWK, Direktur Advertising dan Promotion Agung Sedayu Group menyebut, kegiatan keagamaan yang berlangsung di kawasan ini kerap mendapat sambutan hangat dan antusias dari para umat, seperti sebelumnya kegiatan Thudong yang digelar pada 19 April 2025, dihadiri oleh lebih dari 10.000 umat. 

“Thudong 19 April lalu merupakan kegiatan keagamaan pertama yang digelar karena Si Mian Fo ini baru selesai dan diresmikan tanggal 9 November yang lalu pada saat hari kebesarannya. Semenjak 9 November, digelar juga beberapa festival kecil hingga akhirnya dilaksanakan kegiatan Thudong. Dari yang terkonfirmasi, hari ini hadir kurang lebih 3000 umat,” tutup Miranda. 

Baca juga: Doa Kebangsaan Sambut Kedatangan Bhikkhu Thudong, PIK Jadi Wujud Nyata Toleransi

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan