Mensos Gus Ipul Minta Maaf Masih Ada Masyarakat yang Alami Keterlambatan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengalami keterlambatan pencairan Bansos.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang mengalami keterlambatan pencairan bantuan sosial (bansos).
Keterlambatan ini khususnya mereka yang sebelumnya menerima bansos melalui PT Pos Indonesia.
Menurut Gus Ipul, keterlambatan terjadi karena proses transisi penyaluran dari PT Pos ke bank-bank milik negara (Himbara) yang memerlukan waktu.
"Maka saya mohon maaf, saya mohon maaf jika ada keterlambatan untuk KPM yang melalui PT Pos. Jadi saya mohon maklum karena memang ini ada transisi,” ujar Gus Ipul usai membuka Retret Kepala Sekolah Rakyat Batch 2 di Pusdiklat Kesos Margaguna, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2025).
Dirinya menjelaskan penyaluran bansos melalui PT Pos kini dibatasi hanya untuk kelompok tertentu, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang tidak memungkinkan datang ke bank.
Baca juga: Penyaluran Bansos Triwulan II per 1 Juli 2025 Capai 80 Persen, Kemensos: Ada 3 Juta KPM Belum Terima
Sementara itu, sebagian besar KPM lainnya diarahkan menerima bansos melalui rekening di bank Himbara.
"Yang bisa lewat PT Pos itu hanya untuk KPM-KPM tertentu. Yang lansia berat atau penyandang disabilitas berat. Kemudian lansia yang sudah tidak bisa datang ke Bank dan lain sebagainya," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan penyaluran lewat PT Pos memerlukan biaya.
Baca juga: 8 Bansos akan Cair pada Bulan Juli 2025: BSU, PKH, BPNT, BLT Dana Desa
Sementara penyaluran melalui Himbara tidak dikenakan biaya tambahan.
“Karena yang lewat PT Pos itu ada anggarannya, ada biayanya. Sementara yang lewat Himbara itu tidak memerlukan biaya lagi," ucapnya.
Meski begitu, Gus Ipul mengatakan pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran bansos.
Gus Ipul mengatakan terdapat tantangan dalam proses pembukaan rekening kolektif (burekol) untuk lebih dari tiga juta KPM.
Proses ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena bank Himbara membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk menyelesaikan seluruh prosedur.
"Kita memerlukan waktu, enggak bisa dalam waktu sebulan, dua bulan. Ternyata Himbara itu bisa sampai tiga bulan. Maka kami sedang koordinasi sekarang bagaimana cari jalan yang terpendek paling enggak satu bulan," ungkapnya.
Hingga kini, lebih dari 600 ribu KPM dari kategori burekol sudah berhasil menerima bansos mereka.
"Dari hasil diskusi ini kita sudah bisa salur berapa kemarin? 600.000 juga. Dari yang burekol itu kita sudah salur 600.000. Jadi ternyata ada jalan gitu untuk supaya mengharapkan," katanya.
"Maka saya terus sekali mohon maklum, bukan kita menghambat. Kita pinginnya lebih cepat. Ya, terima kasih semua," imbuhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.