Perang Kini Simultan dan Presisi, Bagaimana Kesiapan Indonesia?
Indonesia harus mewaspadai lima titik panas yakni Ukraina, Timur Tengah, Taiwan, Laut China Selatan, dan konflik India–Pakistan
Kalau tidak, Indonesia akan menjadi korban. Oleh karena itu dibutuhkan Dewan Keamanan Nasional bertugas agar koordinasi antara intelijen, diplomasi pertahanan, dan kebijakan strategis tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau kita tidak bersiap, kita akan jadi korban. Pembentukan UU Keamanan Nasional dan Dewan Keamanan Nasional bukan pilihan, itu kebutuhan mutlak,” kata Syahganda.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.227: Rudal Rusia Hujani Kyiv, Trump Pesimis Negosiasi dengan Putin
Menurut Syahganda, politik luar negeri Indonesia tak cukup dengan slogan bebas-aktif.
“Harus ada keseimbangan. Harus ada ketegasan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/REKOMENDASI-Focus-Group-Discussion-FGD-bertajuk-Potensi-Perang-Dunia.jpg)