Forum Kepakaran Indonesia Nilai Kinerja Mentan Amran Terbaik dalam Sejarah Kementan
Forum Kepakaran Indonesia puji kinerja Mentan Amran, tapi ingatkan pentingnya pengentasan kemiskinan petani secara menyeluruh dan berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menuai apresiasi atas keberhasilannya memimpin lompatan besar di sektor pertanian nasional.
Apresiasi kali ini datang dari Forum Kepakaran Indonesia yang diketuai oleh Risman Pasaribu, yang juga merupakan Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
Dalam Rapat Kerja Forum Kepakaran tersebut, Dewan Pengawas dan Ketua Dewan Pakar Rokhmin Dahuri menyebutkan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Mentan Amran telah menunjukkan progres yang signifikan.
“Kami mengapresiasi dalam usia 57 tahun Kementan, ini adalah pencapaian terbaik yang pernah diraih oleh seorang Menteri Pertanian. Selamat Pak Amran,” kata Rokhmin usai Rapat Kerja Forum Kepakaran Indonesia bersama Mentan Amran pada Rabu (2/7/2025).
Namun demikian, apresiasi tersebut disertai dengan catatan strategis. Rokhmin mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak dapat hanya diukur dari peningkatan volume produksi semata. Indikator lainnya adalah kesejahteraan petani yang harus menjadi fondasi dari seluruh kebijakan pertanian.
Meskipun terlihat adanya peningkatan kesejahteraan petani melalui indikator NTP, Rokhmin menilai perlu adanya akselerasi di beberapa wilayah agar dapat secara konsisten mengangkat kesejahteraan para petani.
Rokhmin menyoroti terdapat kabupaten yang para petaninya masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini mencerminkan tantangan mendasar yang harus diatasi bersama.
“Di tingkat nasional, petani pun umumnya menjadi salah satu dari 3 kantong kemiskinan, bersama kaum nelayan dan buruh. Sangat ironis kan?” tegas Rokhmin.
Baca juga: Mentan Amran: Atas Nama Petani Tebu, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Menko Perekonomian dan Menkeu
Untuk itu, ia mendorong Kementan untuk memperkuat agenda pengentasan kemiskinan petani secara sistematis dan berkelanjutan.
Menurutnya, capaian produksi yang tinggi harus berjalan seiring dengan kenaikan pendapatan dan kesejahteraan petani Indonesia.
“Oleh karena itu, mari Pak Menteri atasi kemiskinan petani secara tuntas, dan sejahterakan seluruh petani Indonesia,” harapnya.
Tak hanya itu, Rokhmin juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara subsektor dalam pembangunan pertanian. Ia mengingatkan bahwa selain tanaman pangan, subsektor seperti hortikultura, perkebunan, dan peternakan juga memiliki peran krusial dalam neraca perdagangan dan ketahanan pangan nasional.
“Tanpa kelapa sawit, neraca perdagangan pertanian kita minus 6 miliar dolar. Kita harus kawal semuanya,” ucapnya.
Apresiasi dan catatan strategis yang diberikan kepada Mentan Amran dan jajaran diharapkan mampu memperkuat kebijakan pemerintah yang berorientasi pada hasil nyata di lapangan.
Sebuah pengingat bahwa kinerja terbaik bukan sekadar angka, tetapi perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya petani.
Baca juga: Stok Beras Nasional di Level Tertinggi, Mentan Amran Tuai Apresiasi dari Komisi IV DPR RI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Forum-Kepakaran-apresiasi-Mentan-Amran.jpg)