Daftar Lembaga Zakat dan Wakaf yang Terima Penghargaan dari Kementerian Agama
Kemenag memberi penghargaan kepada para kolaborator terbaik dalam program zakat dan wakaf pada ajang Zakat-Wakaf Award 2025.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memberi penghargaan kepada para kolaborator terbaik dalam program zakat dan wakaf pada ajang Zakat-Wakaf Award 2025.
Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharram.
Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar, didampingi Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Berikut daftar penerima penghargaan:
Penghargaan diberikan kepada lembaga dan institusi yang dinilai berhasil menjalankan peran kolaboratif dalam empat kategori program unggulan, yaitu program Kampung Zakat, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf.
- Pada kategori program Kampung Zakat, sejumlah lembaga dinilai menonjol dalam hal jumlah pemberdayaan, jumlah penerima manfaat, penyaluran, dan penerapan ekoteologi air bersih.
- LAZNAS Panti Yatim Indonesia dan LAZNAS Rumah Yatim Arrahman Indonesia memperoleh penghargaan atas capaian pemberdayaan terbanyak.
- Sementara Rumah Zakat dan BSI Maslahat meraih penghargaan untuk kategori penerima manfaat dan penyaluran terbanyak.
- Terkait Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, penghargaan diberikan kepada Rumah Zakat dan BAZNAS atas capaian dalam pemberdayaan dan penerima manfaat terbanyak.
- Rumah Zakat kembali mendapat penghargaan bersama BSI Maslahat dalam kategori penyaluran terbanyak untuk program ini.
- Pada program Inkubasi Wakaf Produktif, penghargaan diberikan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Perubahan iklim
Sementara, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan besarnya dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim.
Dirinya mengungkapkan korban akibat perubahan iklim lebih besar dibandingkan perang yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kita lihat perang yang terjadi tahun ini, Ukraina dengan Rusia, Israel dengan tetangganya (Palestina), berapa? Itu kurang dari 60 ribu orang meninggal," ujar Nasaruddin.
"Tapi meninggal karena climate change. Menurut data dari PBB itu kurang lebih 1 juta orang per tahun," tambahnya.
Keharmonisan antara alam dan manusia, menurut Nasaruddin, sangat besar.
Sehingga dirinya mengajak seluruh pemuka agama untuk menjaga keselarasan dengan alam.
"Nah kita sangat yakin betul bahwa kalau hubungan antara manusia dengan alam ini tidak harmonis, maka itu lebih dahsyat akibatnya daripada perang," ucapnya.
Kemenag, kata Nasaruddin, memperkenalkan konsep ekoteologi.
Ekoteologi, menurut Nasaruddin, membangkitkan ajaran agama yang mengajarkan cinta terhadap lingkungan.
"Jadi kalau kita tidak berhasil menciptakan harmoni antara lingkungan hidup dan lingkungan alam, maka tingkat kematian penduduk masyarakat, manusia itu sangat dahsyat," pungkasnya.
Menteri Agama: Nasionalisme Inklusif Fondasi di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia |
![]() |
---|
Kemenag Dorong Pengelolaan Zakat dan Wakaf untuk Kesejahteraan Warga Kulon Progo DIY |
![]() |
---|
Rakornas Baznas 2025: Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Zakat Tepat Sasaran |
![]() |
---|
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional |
![]() |
---|
Menag Nasaruddin Umar Klaim Kepuasan Jemaah Haji 2025 Naik, Meski Sempat Terkendala Visa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.