Senin, 1 September 2025

Pengamat Soroti Pentingnya Konsistensi Kebijakan Korlantas Tekan Angka Kecelakaan

Menurutnya, pendekatan terbaru Kakorlantas Polri yang lebih terbuka mendengarkan aspirasi para sopir adalah langkah positif dalam membangun

Penulis: Reynas Abdila
Tribunnews.com/Ist
POLANTAS - Kabagops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi memimpin apel untuk pengamanan lalu lintas KTT G20 di Bali, Kamis (10/11/2022). Terkini, Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho meminta seluruh jajaran polisi lalu lintas (Polantas) agar terus menjaga marwah Polri, di tengah sorotan publik dan era gidital. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menegaskan bahwa konsistensi kebijakan di tubuh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sangat krusial untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Ia mengingatkan agar arah kebijakan tidak berubah-ubah setiap kali terjadi pergantian pimpinan.

“Jangan sampai terjadi perubahan arah hanya karena pergantian pimpinan. Keberlanjutan menjadi kunci dalam membangun sistem transportasi jalan yang aman, tertib, dan berkeadilan bagi semua pihak,” tegas Tigor dalam pernyataan resminya, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, pendekatan terbaru Kakorlantas Polri yang lebih terbuka mendengarkan aspirasi para sopir adalah langkah positif dalam membangun kepercayaan publik terhadap polisi lalu lintas.

“Ini bukan soal menindak semata, tapi bagaimana Korlantas hadir sebagai bagian dari solusi. Sopir didengar, pengguna jalan merasa aman. Ini yang kita harapkan dari polisi lalu lintas masa kini,” jelasnya.

Tigor juga mengapresiasi sejumlah program Korlantas yang dinilai menyentuh langsung akar persoalan, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat, penegakan hukum yang tegas, pemanfaatan teknologi, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Salah satu langkah strategis yang disebutnya tepat sasaran adalah kebijakan penertiban kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL), yang selama ini kerap menjadi biang kecelakaan fatal di jalan raya.

Baca juga: Menhub Dudy Akui Penerapan Zero ODOL Mundur, tapi Tidak Sampai 2027

Namun demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membenahi sistem transportasi secara menyeluruh, bukan hanya bertumpu pada Korlantas semata.

“Semua pihak—pemerintah daerah, operator logistik, hingga komunitas sopir—harus duduk bersama mencari solusi. Jalan yang aman dan nyaman adalah hak semua orang,” kata Tigor.

Ia menyarankan agar program-program yang sudah berjalan saat ini dirancang lebih matang agar menyentuh inti persoalan di lapangan dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan