Digitalisasi Aset Jadi Strategi Pemkot Surabaya Genjot PAD 2025
Pemerintah Kota Surabaya berupaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 dengan mengoptimalkan digitalisasi dan optimalisasi aset.
Editor:
Content Writer
Selain itu, Fikser juga menggarisbawahi bahwa pemanfaatan aset tidak melulu melalui skema sewa-menyewa. Ia menyebut jika aset bisa dimanfaatkan untuk program padat karya yang melibatkan warga miskin.
"Jadi tidak harus dihitung bahwa nilai aset itu sekian, tapi kita hitung itu bagaimana kemudian pemanfaatan aset itu memberikan dampak kepada masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Resmikan 1.360 Kampung Pancasila, Dorong Kebersamaan dan Kesejahteraan Masyarakat
Kepala BPKAD Kota Surabaya, Wiwiek Widayati memaparkan strategi konkret untuk meningkatkan PAD.
Salah satunya adalah dengan memprioritaskan digitalisasi sebagai kunci utama. "Kami melihat bahwa proses digitalisasi ini adalah satu poin yang memang harus dioptimalkan," ujar Wiwiek.
Menurut dia, digitalisasi akan mempercepat penatausahaan aset. Termasuk pula untuk mempermudah promosi aset yang belum termanfaatkan. "Intinya adalah pemanfaatan aset itu secara ekonomis," sambung Wiwiek.
Wiwiek mengungkapkan, pada tahun 2025, pemkot telah menargetkan retribusi total mencapai Rp486 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, alokasi pengelolaan aset ditetapkan di angka Rp121 miliar.
"Artinya hari ini jika kita melihat potensi ini mungkin masih bisa kita kembangkan atau kita kelola dengan lebih baik, kita pasti akan tingkatkan," kata Wiwiek.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan aset melalui sewa harus sesuai dengan peruntukannya. Misalnya aset itu akan dimanfaatkan untuk perdagangan, jasa atau pemukiman.
"Itu semuanya bisa. Persyaratan yang disewa tentunya juga harus sesuai dengan peruntukannya," jelasnya.
Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BPKAD Surabaya juga menyediakan program bisnis mentoring. Program ini bertujuan membimbing dan memberikan informasi tentang prosedur penyewaan aset.
"Semua orang datang untuk program bisnis mentoring yang disediakan pemerintah untuk mendapatkan bimbingan dan informasi tentang prosedur penyewaan aset," imbuhnya.
Baca juga: Meriahkan Hari Anak Nasional, Pemkot Surabaya Gelar Pertemuan Pagi Ceria Serentak
Untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan aset, Wiwiek mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Khusus.
Satgas ini akan lebih fokus dan spesifik dalam menangani pengelolaan aset yang kompleks.
"Fungsi tugas pokoknya BPKAD itu salah satunya adalah pengelolaan aset. Nah, di pengelolaan aset sendiri itu ada bidang P3 yang dia menangani pengelolaan aset itu," paparnya.
Namun demikian, Wiwiek menegaskan bahwa Satgas Khusus ini tidak akan menambah lembaga baru, melainkan lebih mengkonsentrasikan fungsi yang sudah ada.
Bukan hanya di Surabaya, Insiden Bendera Terbalik Juga Terjadi di Mamasa |
![]() |
---|
Insiden Bendera Terbalik di Surabaya, Wali Kota Eri: Paskibraka Tunjukkan Mental Luar Biasa |
![]() |
---|
Ketua Komisi XI DPR RI Dorong Perbaikan Pelayanan Publik: Penting untuk Tingkatkan PAD |
![]() |
---|
Pemkot Surabaya Resmikan 1.360 Kampung Pancasila, Dorong Kebersamaan dan Kesejahteraan Masyarakat |
![]() |
---|
Komentar Sejumlah Wali Kota soal Pengibaran Bendera One Piece |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.