Demo di Jakarta
Ahmad Sahroni Teken Surat Pencopotan Dirinya Sendiri dari Kursi Wakil Ketua Komisi III
Ahmad Sahroni meneken surat pencopotan dirinya sendiri dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sesaat setelah mengolok-olok rakyat
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Kabar pencopotan politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menyita perhatian publik.
Pasalnya, nama Ahmad Sahroni belakangan ini santer diberitakan lantaran menyebut rakyat tolol.
Pernyataan Ahmad Sahroni ini pun memicu kemarahan publik.
Bagaimana tidak? Ahmad Sahroni adalah wakil rakyat yang dipilih rakyat untuk bisa menjadi perantara antara rakyat dan pemerintahan.
Namun, yang terjadi dirinya justru mengolok-olok rakyat sendiri yang telah membuatkan bisa melenggang duduk manis di Senayan.
Pernyataan rakyat tolol ini disampaikan saat Ahmad Sahroni merespons usulan pembubaran DPR RI.
Adapun usulan itu berawal dari mencuatnya isu kenaikan gaji bagi anggota DPR hingga Rp100 juta di tengah sulitnya masyarakat untuk bertahan hidup karena kenaikan pajak, adanya kasus beras oplosan dan korupsi di mana-mana.
Meski isu kenaikan gaji bagi anggota DPR telah dibantah oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, namun rakyat tetap merasa kecewa hingga akhirnya tetap ingin DPR dibubarkan.
Ahmad Sahroni menilai usulan pembubaran DPR adalah hal keliru.
Ia bahkan menyebut pihak yang mengusulkan hal tersebut adalah tolol.
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia."
Baca juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR, NasDem Bantah soal Pernyataan Orang Tolol
"Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita," ujar Sahroni pada Jumat (22/8/2025) lalu.
Pernyataan Ahmad Sahroni ini pun menuai kecaman publik.
Dirinya sempat memberikan klarifikasi, ia mengeklaim tidak bermaksud untuk merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan agar DPR dibubarkan imbas isu kenaikan gaji wakil rakyat.
Sahroni juga mengatakan bahwa pernyataan 'orang tolol' dimaksudkan untuk orang yang berpikir bahwa DPR bisa dibubarkan begitu saja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.