Senin, 1 September 2025

Demo di Jakarta

Ahmad Sahroni Teken Surat Pencopotan Dirinya Sendiri dari Kursi Wakil Ketua Komisi III

Ahmad Sahroni meneken surat pencopotan dirinya sendiri dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sesaat setelah mengolok-olok rakyat

tribunnews.com
AHMAD SAHRONI - Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dicopot dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, surat keluar per Jumat (29/8/2025). Kolase Tribunnews.com 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar pencopotan politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menyita perhatian publik.

Pasalnya, nama Ahmad Sahroni belakangan ini santer diberitakan lantaran menyebut rakyat tolol.

Pernyataan Ahmad Sahroni ini pun memicu kemarahan publik.

Bagaimana tidak? Ahmad Sahroni adalah wakil rakyat yang dipilih rakyat untuk bisa menjadi perantara antara rakyat dan pemerintahan.

Namun, yang terjadi dirinya justru mengolok-olok rakyat sendiri yang telah membuatkan bisa melenggang duduk manis di Senayan.

Pernyataan rakyat tolol ini disampaikan saat Ahmad Sahroni merespons usulan pembubaran DPR RI.

Adapun usulan itu berawal dari mencuatnya isu kenaikan gaji bagi anggota DPR hingga Rp100 juta di tengah sulitnya masyarakat untuk bertahan hidup karena kenaikan pajak, adanya kasus beras oplosan dan korupsi di mana-mana.

Meski isu kenaikan gaji bagi anggota DPR telah dibantah oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, namun rakyat tetap merasa kecewa hingga akhirnya tetap ingin DPR dibubarkan.

Ahmad Sahroni menilai usulan pembubaran DPR adalah hal keliru.

Ia bahkan menyebut pihak yang mengusulkan hal tersebut adalah tolol.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia."

Baca juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR, NasDem Bantah soal Pernyataan Orang Tolol

"Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita," ujar Sahroni pada Jumat (22/8/2025) lalu.

Pernyataan Ahmad Sahroni ini pun menuai kecaman publik.

Dirinya sempat memberikan klarifikasi, ia mengeklaim tidak bermaksud untuk merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan agar DPR dibubarkan imbas isu kenaikan gaji wakil rakyat.

Sahroni juga mengatakan bahwa pernyataan 'orang tolol' dimaksudkan untuk orang yang berpikir bahwa DPR bisa dibubarkan begitu saja.

"Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol,  kan enggak ada," kata Ahmad Sahroni pada Selasa (26/8/2025).

Ia menjelaskan perihal logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. 

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis."

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” jelas Ahmad Sahroni

Pencopotan Jabatan

Setelah pernyataanya viral, tiba-tiba muncul kabar pencopotan Ahmad Sahroni dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Ahmad Sahroni merupakan legislator dari dapil 3 yang wilayahnya meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Di Komisi III, Ahmad Sahroni bekerja dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Komisi III memiliki tanggungjawab untuk mengawasi kinerja lembaga-lembaga penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan.

Kabar pencopotan ini lalu disampaikan melalui surat bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 yang diterbitkan Partai NasDem pada Jumat (29/8/2025), yang juga ditandatangani Ahmad Sahroni sendiri.

Hal ini terjadi sebab, Ahmad Sahroni merupakan Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Selain Ahmad Sahroni, surat juga diteken oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Laiskodat.

Kini Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem itu dimutasi menjadi Anggota Komisi I DPR RI membidangi urusan Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, dan Intelijen.

Kabar pencopotan dan pemindahan Ahmad Sahroni ini juga dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim.

"Benar (Ahmad Sahroni dimutasi)," kata Hermawi, Jumat (29/8/2025).

Soal alasan mutasi tersebut terkait pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni belakangan ini, Hermawi membantahnya.

Dia menegaskan mutasi dilakukan dalam rangka penyegaran.

"Hanya rotasi rutin, tidak ada pencopotan. Hanya penyegaran," kata Hermawi.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan