Sabtu, 30 Agustus 2025

Demo di Jakarta

Prabowo Tanggapi Tewasnya Affan usai Dilindas Rantis Brimob: Saya Kecewa, Petugas Berlebihan

Prabowo mengaku kecewa atas peristiwa dilindasnya driver ojol oleh rantis Brimob. Dia menyebut petugas berlebihan.

Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO KECEWA - Presiden Prabowo Subianto saat menanggapi insiden dilindasnya driver ojol, Affan Kurniawan oleh anggota Brimob menggunakan rantis, Jumat (29/8/2025). Prabowo mengaku kecewa atas terjadinya persitiwa tersebut. Dia menyebut petugas berlebihan dalam melakukan pengamanan. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengaku kecewa atas peristiwa tragis tewasnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).

Dia menganggap petugas bertindak berlebihan dalam mengamankan aksi demonstrasi.

Prabowo menyebut telah memerintahkan agar peristiwa tewasnya Affan agar diusut tuntas dan transparan.

"Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas berlebihan. Saya sudah diperintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab."

"Seandainya diketemukan berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," katanya pada Jumat (29/8/2025), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/8/2025).

Prabowo pun mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan. Dia menyebut pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga Affan pasca insiden nahas tersebut.

Baca juga: Warga Preteli Bangkai-Bangkai Mobil yang Hangus di Dekat Markas Brimob Kwitang

Ia menegaskan akan menjamin kehidupan keluarga Affan.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya prihatin akan terjadinya peristiwa ini."

"Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberikan perhatian khusus kepada orang tua dan adik-adik dan kakak-kakaknya," ujar Prabowo.

Affan meregang nyawa setelah dilindas rantis Brimob pada Kamis malam. Momen tragis itu pun terekam melalui video amatir yang viral di media sosial.

Dalam video itu, tampak rantis Brimob melaju kencang di tengah massa yang berkerumun.

Pada momen yang sama, massa pun berhamburan untuk menghindari tertabrak rantis Brimob tersebut.

Nahas, Affan yang masih mengenakan jaket ojol berada di tengah jalan sendirian dan langsung dilindas rantis Brimob.

Massa yang mulanya berhamburan ke pinggir jalan langsung mengerubungi rantis Brimob yang melindas Affan tersebut.

Namun, bukannya berhenti, mobil lapis baja itu justru kabur dan diduga menyebabkan mobil barracuda melindas Affan.

Setelah insiden itu, Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, takdir berkata lain karena warga Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, itu dinyatakan meninggal dunia.

Sementara menurut saksi mata bernama Abdul, Affan disebut tengah mengantarkan pesanan saat insiden yang membuatnya meninggal dunia, terjadi.

Informasi ini diketahui Abdul dari rekan Affan sesama driver ojol.

"Kata temen-temen ojol lainnya, korban ini lagi mau nganterin orderan ke rumah warga di kawasan Benhil. Mungkin karena dia nggak bisa lewat, akhirnya berhenti di situ dulu dan akhirnya kena mobil itu," cerita Abdul, dikutip dari Tribun Jakarta.

Jenazah Affan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak di Jalan Karet Pasar Baru Barat, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut seluruh biaya pemakaman Affan akan ditanggung Pemprov Jakarta.

"Kami telah menyiapkan termasuk untuk pemakaman saudara Affan di Bivak Karet yang difasilitasi oleh pemerintah Jakarta," kata Pramono saat melayat ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

7 Anggota Brimob Sudah Diamankan, Pelaku Berpangkat Kompol hingga Bharaka

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkapkan sudah ada tujuh orang anggota Brimob yang diamankan dan diduga berada di dalam rantis yang melindas Affan.

Adapun para anggota Brimob ini memiliki pangkat beragam yaitu dari perwira menengah (pamen) yakni Komisaris Polisi (Kompol) hingga paling rendah merupakan Bhayangkara Kepala (Bharaka)

"Tujuh (pelaku) pertama berpangkat Kompol CDC, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J," kata Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM pada Kamis malam.

Abdul Karim mengungkapkan pihaknya masih mendalami anggota Brimob yang menyetir rantis hingga melindas Affan hingga tewas.

"Masih kita dalami siapa yang setir, siapa yang ini, kita dalami. Yang jelas tujuh ini ada di satu kendaraan. Kita dalami perannya masih dalam rangka pemeriksaan. Akan kita update," imbuh dia.

Sebagian artikel telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul "'Affan! Affan!' Tangis Keluarga Driver Ojol yang Tewas Dilindas Mobil Rantis Polisi Pecah di RSCM"

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Abdi Ryanda Shakti)(Tribun Jakarta/Rr Dewi Kartika H)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan