Gerhana Bulan
Tuntunan Islam saat Terjadi Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari
Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan tentang bagaimana seorang muslim sebaiknya menyikapi terjadinya fenomena gerhana bulan maupun matahari.
Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai salat gerhana, beliau bersabda:
"Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Muttafa alaih)
3. Menyeru dengan panggilan "Asshalaatu Jaami'ah".
Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan salat secara berjamaah.
Aisyah meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan "Ashshalaatu Jaami'ah" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).
4. Tidak ada azan dan iqamah bagi salat gerhana, karena azan dan iqamah hanya berlaku pada salat fardhu.
5. Disunnahkan mengeraskan bacaan surat, baik salatnya dilakukan pada siang atau malam hari.
Hal tersebut dilakukan Rasulullah SAW dalam shalat gerhana (Muttafaq alaih).
6. Salat gerhana sunnah dilakukan di masjid secara berjamaah.
Rasulullah SAW selalu melaksanakannya di masjid sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat. Akan tetapi boleh juga dilakukan seorang diri. (Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 3/323)
7. Wanita boleh ikut salat berjamaah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah dan Asma ikut salat gerhana bersama Rasulullah SAW. (HR. Bukhari).
8. Disunnahkan memanjangkan bacaan surat.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dalam salat gerhana memanjangkan bacaannya (Muttafaq alaih).
Namun hendaknya tetap mempertimbangkan kemampuan dan kondisi jamaah.
9. Disunnahkan menyampaikan khutbah setelah selesai salat, berdasarkan perbuatan Nabi SAW bahwa beliau setelah selesai salat naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah (HR. Nasa'i).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/melihat-gerhana-bulan-di-planetarium-jakarta_20221108_200239.jpg)