Gerhana Bulan
Tuntunan Islam saat Terjadi Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari
Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan tentang bagaimana seorang muslim sebaiknya menyikapi terjadinya fenomena gerhana bulan maupun matahari.
TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan data astronomi, pada tanggal pada 7–8 September 2025 yang bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 Hijriah akan terjadi Gerhana Bulan Total.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, Gerhana Bulan merupakan peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar (di satu garis lurus).
Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang memiliki makna mendalam dalam Islam.
Tak sekadar peristiwa astronomi, gerhana bulan juga menjadi momen untuk meningkatkan keimanan dengan berbagai amalan ibadah.
Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk melakukan salat gerhana atau salat khusuf, walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya.
Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan tentang bagaimana seorang muslim sebaiknya menyikapi terjadinya fenomena gerhana bulan maupun matahari.
Tuntunan Islam saat Terjadi Gerhana
Dilansir dari laman resmi Kemenag, Nabi Muhammad SAW mengajarkan tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana bulan maupun gerhana matahari, antara lain yaitu:
Baca juga: Hukum Salat Khusuf atau Salat Gerhana Bulan, Ini Tata Cara Pelaksanaannya
1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah saat terjadinya gerhana bulan dan matahari.
Baik karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.
2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi SAW dalam salat Kusuf.
Diriwayatkan bahwa dalam salat kusuf, Rasulullah SAW diperlihatkan oleh Allah surga dan neraka.
Bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka.
Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka.
Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai salat gerhana, beliau bersabda:
"Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Muttafa alaih)
3. Menyeru dengan panggilan "Asshalaatu Jaami'ah".
Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan salat secara berjamaah.
Aisyah meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan "Ashshalaatu Jaami'ah" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).
4. Tidak ada azan dan iqamah bagi salat gerhana, karena azan dan iqamah hanya berlaku pada salat fardhu.
5. Disunnahkan mengeraskan bacaan surat, baik salatnya dilakukan pada siang atau malam hari.
Hal tersebut dilakukan Rasulullah SAW dalam shalat gerhana (Muttafaq alaih).
6. Salat gerhana sunnah dilakukan di masjid secara berjamaah.
Rasulullah SAW selalu melaksanakannya di masjid sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat. Akan tetapi boleh juga dilakukan seorang diri. (Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 3/323)
7. Wanita boleh ikut salat berjamaah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah dan Asma ikut salat gerhana bersama Rasulullah SAW. (HR. Bukhari).
8. Disunnahkan memanjangkan bacaan surat.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dalam salat gerhana memanjangkan bacaannya (Muttafaq alaih).
Namun hendaknya tetap mempertimbangkan kemampuan dan kondisi jamaah.
9. Disunnahkan menyampaikan khutbah setelah selesai salat, berdasarkan perbuatan Nabi SAW bahwa beliau setelah selesai salat naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah (HR. Nasa'i).
Sejumlah ulama menguatkan bahwa khutbah yang disampaikan hanya sekali saja, tidak dua kali seperti salat Jumat.
Sebagian ulama menganggap tidak ada sunnah khutbah selesai salat, akan tetapi petunjuk hadits lebih menguatkan disunnahkannya khutbah setelah salat gerhana.
10. Dianjurkan memperbanyak istighfar, berzikir dan berdoa, bertakbir, memerdekakan budak, salat serta berlindung kepada Allah dari azab neraka dan azab kubur.
11. Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak sedekah saat terjadi gerhana sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Salah satu cara bersedekah yang dapat dilakukan adalah dengan menyalurkan zakat atau infak.
Rasulullah SAW bersabda: "Wahai umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah ketika hamba-Nya, laki-laki atau perempuan, berzina. Wahai umat Muhammad! Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Oleh karena itu, berdoalah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah." (HR. Bukhari dan Muslim)
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/melihat-gerhana-bulan-di-planetarium-jakarta_20221108_200239.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.