Ini Tokoh Indonesia yang Pimpin Global Landscapes Forum, Platform Bentang Alam Terbesar di Dunia
Kamal Prawiranegara melanjutkan penguatan komunitas global Forum yang kini telah menjangkau lebih dari 4 miliar orang di 175 negara
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Global Landscapes Forum (GLF), Kamal Prawiranegara menegaskan komitmennya dalam keberlanjutan forum yang berupaya menciptakan bentang alam yang produktif, menguntungkan, adil, dan tangguh, dengan memadukan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal serta menghubungkan komunitas dan para ahli di seluruh dunia.
Sebagai direktur pertama GLF yang berasal dari Indonesia, dia akan melanjutkan penguatan komunitas global Forum yang kini telah menjangkau lebih dari 4 miliar orang di 175 negara.
Tentunya, untuk menciptakan dampak nyata dalam menghadapi krisis lingkungan dan sosial yang saling terkait satu sama lain.
Hal itu disampaikannya usai mendapat penugasan baru sebagai Direktur GLF, organisasi yang berbasis Sekretariat di Bonn, Jerman.
“Ini adalah momen keberlanjutan sekaligus pertumbuhan bagi Global Landscapes Forum. Kami menegaskan kembali misi untuk mendukung komunitas, bukan dari atas ke bawah, melainkan dari akar rumput, saat mereka menghadapi tantangan global baru,” kata Kamal Prawiranegara dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/9/2025).
Kamal Prawiranegara, merupakan Mantan Wakil Direktur GLF.
Baca juga: Admedika Paparkan Pentingnya Transformasi Kesehatan di Forum The Future of MedTech Conference
Pria 44 tahun ini diketahui lebih dari 20 tahun pengalaman dalam kolaborasi multilateral dan keterlibatan akar rumput.
Sebelumnya bekerja di CIFOR-ICRAF, Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan Agroforestri Dunia.
Dengan basis pengetahuan dari CIFOR-ICRAF serta dukungan dan energi dari 35 Charter Members, Kamal mengatakan akan terus memperluas solusi lokal dan menghubungkan aksi lintas wilayah dan realitas.
“Dari pemimpin adat di Kalimantan hingga ilmuwan muda di Argentina dan para pelaku restorasi di Kamerun, kami melihat solusi iklim dan pembangunan paling efektif lahir dari tempat-tempat di mana masyarakat telah lama menjadi penjaga bentang alam mereka.”
“Ketika para pahlawan lokal terhubung dengan pembuat kebijakan, pendana, ilmuwan, dan penggerak perubahan, kita bisa mentransformasi bentang alam dan membentuk masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua dan dunia sangat membutuhkannya saat ini,” sambung Kamal.
Pendiri GLF yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Strategis Senior, John Colmey mengatakan krisis yang saling berkaitan saat ini, konflik, iklim yang tidak stabil, runtuhnya keanekaragaman hayati, dan kesenjangan yang makin melebar, menuntut untuk merespons lebih.
Tentunya, dengan pengalaman dan keahlian untuk membawa misi GLF ke depan.
“Dan saya akan mendukungnya penuh di peran baru ini. Saya benar-benar tak bisa memikirkan orang yang lebih tepat untuk memimpin kita melewati dekade paling krusial ini,” kata John Colmey, yang juga Direktur Senior di Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF).
John menambahkan, di bawah kepemimpinan baru, GLF akan terus menekankan pentingnya kolaborasi Selatan-Selatan dan Utara-Selatan, serta memperluas jaringan global para penjaga bentang alam dengan meningkatkan dukungan untuk proyek-proyek yang dipimpin oleh kaum muda, perempuan, dan komunitas dalam isu iklim, kesetaraan gender, serta ketahanan dan kedaulatan pangan di kawasan Global South.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BENTANGALAM1222222.jpg)