Profil Yurike Sanger dan Kisah Hidupnya, Istri ke-7 Ir Soekarno
Sosok istri ke-7 Presiden RI Pertama Soekarno, Yurike Sanger, meninggal dunia. Kisah hidupnya bersama Sang Proklamator kembali di sorot
Saat usianya 19 tahun, Yurike Sanger lalu menikah dengan Soekarno yang kala itu berumur 63 tahun.
Keduanya melangsungkan pernikahan secara sederhana bernuansa muslim pada 6 Agustus 1964.
Dari pernikahannya dengan Sang Proklamator, keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yudhi Sanger.
Kehidupan pribadi Yurike Sanger tidak terlalu disorot media.
Namun, dari foto-foto yang diunggah putranya, Yurike Sanger tampak bahagia menjalani kehidupan pribadinya bersama keluarga.
Kisah Hidup Yurike Sanger
Kisah Hidup Yurike Sanger yang menikahi Soekarno kala itu mengundang sorotan publik.
Pasalnya, keduanya menjalin hubungan dengan jarak usia yang terpaut jauh.
Selisih usia keduanya yakni 44 tahun, di mana Yurike Sanger berusia 19 tahun sedangkan Soekarno berusia 63 tahun.
Meski demikian, bunga-bunga asmara muncul di antara keduanya hingga pada akhirnya mereka memilih menikah.
Yurike Sanger sah menjadi istri ke-7 Sang Proklamator.
Namanya berada dalam jajaran istri-istri Soekarno lainnya yakni Oetari Tjokroaminoto hingga Heldy Djafar.
- Berikut urutan istri Soekarno dari pertama sampai istri ke delapan
- Oetari Tjokroaminoto – putri H.O.S. Tjokroaminoto, menikah 1921, bercerai 1923.
- Inggit Garnasih – dinikahi 1923, mendampingi Soekarno hingga masa pengasingan di Bengkulu, bercerai 1943.
- Fatmawati – dinikahi 1943, dikenal sebagai Ibu Negara pertama RI, penjahit bendera pusaka Merah Putih.
- Hartini – dinikahi 1952, berasal dari Salatiga.
- Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto) – perempuan asal Jepang, dinikahi 1962.
- Haryati – mantan pegawai sekretariat negara, dinikahi 1963.
- Yurike Sanger – pelajar, dinikahi 1964.
- Heldy Djafar – pramugari Garuda asal Kutai, dinikahi 1966.
- Menikah dengan Soekarno
Yurike Sanger diketahui bertemu Soekarno saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA, tepatnya di acara penyambutan kepresidenan di Jakarta pada 1963.
Kala itu, Yurike Sanger menjadi Pasukan Pengibar Bendera yang bernama Anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Pertemuan itu membuat keduanya dekat. Soekarno lalu memberikan perhatian ekstra kepada Yurike Sanger.
Presiden Pertama RI itu pun mulai mengajak berbicara, duduk berdampingan hingga mengantar gadis muda itu pulang ke rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yurike-sanger-soekarno.jpg)