Selasa, 21 April 2026

Ijazah Jokowi

Said Didu Ragukan Ijazah SMA Gibran: Lebih Parah dari Kasus Ijazah Jokowi!

Said Didu mengungkapkan kejanggalan ijazah SMA Gibran, ia mempertanyakan legalitas ijazah Wakil Presiden Indonesia itu

Kolase Tribun Video
KASUS IJAZAH PALSU - Jokowi (Kiri) dan Said Didu (Kanan). Said Didu mengungkapkan kejanggalan ijazah SMA Gibran lebih parah dari kasus ijazah palsu Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM - Insinyur Indonesia yang juga seorang politisi, Muhammad Said Didu, meragukan ijazah pendidikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Sebab, dalam laman data Komisi Pemilihan Umum (KPU), infopemilu.kpu.go.id, Gibran tercatat pernah menempuh pendidikan setara Sekolah Menegah Atas (SMA) di dua negara.

Gibran tercatat sempat menempuh pendidikan SMA di Orchid Park Secondary School Singapura selama dua tahun dan di program Insearch University of Technology Sydney (UTS) di Sydney, Australia selama tiga tahun.

Said Didu melihat ada kejanggalan terkait dengan ijazah Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu.

Sebab, menurut pemahaman anaknya yang bersekolah studi S2 atau Master di University of Technology Sydney (UTS) di Sydney, program UTS Insearch bukanlah setara SMA.

Program itu semacam bimbingan bagi siswa untuk bisa masuk ke universitas tersebut.

Jadi, UTS Insearch Sydney bukan setara SMA, melainkan hanya program bimbingan belajar.

"Anak saya alumni S2 UTS, menjelaskan ke saya bahwa UTS Insearch bukan sekolah tapi semacam “bimbel” utk masuk program S1 di UTS."

"Jadi menjadi aneh jika keterangan “lulus” UTS Insearch dinyatakan setara dengan SMK/SMA," kata Said Didu dalam akun Twitter (X) @msaid_didu, Rabu (17/9/2024).

Di sisi lain, Gibran juga mencantumkan pendidikan SMA-nya di Orchid Park Secondary School Singapura selama dua tahun.

Padahal, program pendidikan itu dapat diselesaikan paling cepat empat sampai lima tahun, itu pun kelas ekspres.

Baca juga: Kejagung Pastikan Tak Lagi Wakili Wapres Gibran dalam Sidang Gugatan Ijazah di PN Jakpus

Sehingga, data legalitas Gibran semakin dipertanyakan publik, apakah benar Gibran lulus dari SMA itu atau tidak.

Alih-alih menuliskan telah lulus S1 di kolom riwayat pendidikan data KPU, ijazah SMA Gibran pun masih belum jelas keasliannya.

Gibran menuliskan ia adalah lulusan institusi pendidikan tinggi swasta Management Development Institute of Singapore (MDIS Singapore) program pendidikan S1.

Untuk dimengerti, di MDIS Singapore, ada program short course, di mana jenis pendidikan itu dilakukan jangka pendek dengan durasi singkat biasanya mulai dari beberapa hari, minggu, hingga beberapa bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved