Minggu, 19 April 2026

Ada 7 Juta Pengemudi, BNN RI Berharap Komunitas Ojol Jadi Garda Terdepan Kampanye Antinarkotika

Ada 7 Juta Pengemudi, BNN RI Berharap Komunitas Ojol Jadi Garda Terdepan Kampanye Antinarkotika. Jangan Sampai Dimanfaatkan Pengedar Narkotika.

Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
AJAK KOMUNITAS OJOL - BNN RI menggelar audensi dengan Komunitas Ojek Online, di Ruang Rapat Sudirman, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2025). Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengajak komunitas Ojol jadi garda terdepan kampanye antinarkotika. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - BNN RI menggelar audensi dengan Komunitas Ojek Online, di Ruang Rapat Sudirman, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2025).

Selain sebagai ajang silaturahmi, audensi tersebut juga untuk mengajak komunitas ojek online mencegah peredaran narkotika.

Hal ini mengingat pesatnya perkembangan infomasi dan kemajuan teknologi saat ini menjadi celah bagi bandar maupun kurir untuk mendistribusikan narkotika serta melindungi diri dari operasi penyelidikan yang dilakukan oleh penegak hukum. 

Baca juga: Kapala BNN RI Suyudi Tegaskan 3 Nilai Kunci Hadapi Tantangan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika

Salah satunya, yakni dengan memanfaatkan platform jasa transportasi Ojek Online (Ojol) untuk mengirimkan barang haram tersebut.

Menurut Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bila hal ini tidak segera ditangani, nantinya akan menimbulkan kontradiksi dengan program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun ketahanan pangan yang saat ini sedang berjalan sebagai upaya pemerintah guna mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Terlebih, perkembangan narkotika saat ini yang semakin mengkhawatirkan dengan munculnya berbagai macam narkotika jenis baru atau New Psycoactive Substances (NPS).

Salah satunya berupa liquid vape yang disalahgunakan pada rokok elektrik atau vape.

Baca juga: Profil Suyudi Ario Seto, Resmi Jabat Kepala BNN RI, Kini Berpangkat Jenderal Polisi Bintang Tiga

Oleh karena itu, peran Komunitas Ojol sebagai komunitas terbesar di Indonesia dalam mengampanyekan gerakan anti narkotika dinilai akan memberikan dampak yang luar biasa. 

"Kehadiran mereka tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya, mengingat aktivitas sehari-hari para pengemudi ojol yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik di bidang transportasi maupun pengiriman barang secara online," kata Kepala BNN RI.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengatakan, saat ini sedang membuat Serikat Pengemudi Online terkait perkembangan jasa transportasi maupun pengiriman paket via online yang semakin pesat.

Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Kepala BNN RI Hadiri R-IDEC di Korsel, Bahas Perdagangan Narkoba dengan Kripto

Adapun anggotanya berasal dari pengemudi mobil online (taksi online) serta kurir online, jadi anggotanya tidak hanya berasal dari ojek online saja.

"Dengan terbentuknya Serikat Pengemudi Online ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya sosialisasi dan edukasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, karena Kami bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar Igun.

Sebagai informasi, Igun Wicaksono mengatakan, data jumlah pengemudi online yang terdaftar di Indonesia pada Januari 2025 dari seluruh platform aplikasi, sejumlah 7 juta pengemudi online.

"Kami hadir di sini memang sangat butuh arahan dan sangat ingin belajar mendapatkan edukasi dari Bapak-Bapak sekalian. Bahwa rentannya profesi Kami dan langsung mungkin berhadapan dengan risiko maupun dampak dari peredaran adanya narkoba ini yang perlu Kita waspadai bersama dan Kami inginkan kedepannya sinergitas antara BNN dengan Serikat Pengemudi Online bisa berjalan di seluruh Indonesia," papar Igun.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved