Jumat, 15 Mei 2026

Talk Show Solidaritas GENTING Tumbuh Tanpa Batas: Kolaborasi Nyata Percepatan Penurunan Stunting

Talk Show Solidaritas GENTING Tumbuh Tanpa Batas jadi kolaborasi nyata untuk bantu Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

Tayang:
Istimewa
GENERASI BEBAS STUNTING - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, saat memberikan sambutan pada Talk Show Solidaritas GENTING “Tumbuh Tanpa Batas”, Rabu (15/10/2025). Talk show ini membahas soal sinergi lintas kolaborasi dalam mencegah stunting di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah impian Indonesia menjadi negara maju dan bersinar di 2045, kenyataannya stunting masih menjadi bayangan gelap di masa anak-anak bangsa. Satu dari lima balita berisiko tumbuh tidak optimal, baik dari segi fisik maupun kognitifnya. 

Untuk itu, Talk Show Solidaritas GENTING “Tumbuh Tanpa Batas” hadir sebagai langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi dari berbagai pihak dalam menjawab tantangan tersebut. 

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Tribunnews dan mitra strategis ini digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Studio I Kompas TV, Jakarta. Dalam forum ini, para pemangku kepentingan berbagi pandangan dan strategi dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui gerakan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). 

Sejak diluncurkan pada 2024, GENTING telah berkembang menjadi sistem intervensi yang terpadu, yakni menyalurkan nutrisi bergizi, perbaikan sanitasi, rumah layak huni, edukasi keluarga berisiko, hingga penyediaan air bersih. Dalam satu tahun terakhir, jumlah penerima manfaat mencapai 1.487.925 orang tua asuh di seluruh Indonesia, dengan dukungan total mencapai Rp291.596.902.351 hingga 1 Oktober 2025. 

Angka-angka ini menjadi bukti bahwa jika dikelola secara sistematik dan kolaboratif, dampak yang dihasilkan bisa nyata, dan bukan hanya sekadar wacana. 

Melalui gerakan ini, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan kembali komitmennya terhadap visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus membangun keluarga berkualitas dan sumber daya manusia unggul. 

Berdasarkan Pendataan Keluarga 2024, terdapat 8,68 juta keluarga berisiko stunting di Indonesia. Dari jumlah itu, 3,76 juta keluarga belum memiliki jamban layak dan 1,93 juta lainnya belum memiliki akses air minum utama yang memadai. Fakta ini memperkuat urgensi intervensi langsung, seperti GENTING yang tidak hanya fokus pada pemberian nutrisi, tapi juga pembenahan lingkungan hidup keluarga. 

Baca juga: Solidaritas GENTING Tumbuh Tanpa Batas: Sinergi Bersama untuk Generasi Sehat dan Bebas Stunting

GENERASI BEBAS STUNTING - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, saat memberikan sambutan pada  Talk Show Solidaritas GENTING “Tumbuh Tanpa Batas”, Rabu (15/10/2025). Talk show ini membahas soal sinergi lintas kolaborasi dalam mencegah stunting di Indonesia.

Suara Kolaborasi: Dari Kebijakan hingga Aksi Nyata 

Isu stunting bukan sekadar soal gizi, tapi tentang sistem yang bekerja untuk menyelamatkan satu generasi. Hal ini ditegaskan oleh Mendukbangga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, yang menyebutkan bahwa kekuatan utama Indonesia ada pada sistem intervensi yang berkelanjutan. 

“GENTING ini adalah sistem, dan sistem inilah yang menjadi kekuatan kita untuk melakukan intervensi yang menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi,” ungkap Wihaji. 

Ia menegaskan, target penurunan stunting bukan sekadar angka, tapi jadi cerminan tekat kolektif bangsa yang berdampak jangka panjang. 

“Saya ditargetkan tahun ini 18 persen, sampai 2029 prevalensi stunting kita 14 persen. Kekuatan kita hanya dua, yaitu optimis dan yakin,” ucap Wihaji. 

Dalam paparannya, Wihaji juga menyinggung perlunya keberlanjutan kebijakan tentang percepatan penurunan stunting ini. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu terus diperkuat agar program penurunan stunting bisa berjalan konsisten di periode 2025-2029. 

“Program yang tidak dikawal akan gagal. Karena itu, GENTING bukan proyek sesaat, tapi sistem yang dikontrol dan dievaluasi terus-menerus,” tegas Wihaji. 

Dari sisi lembaga sosial, semangat gotong royong menjadi kunci. Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, mengajak semua pihak untuk tidak berjalan sendiri, tapi galakkan dengan bergotong royong. 

Selain itu, BAZNAS bahkan telah menjalankan program klinik tanpa kasir yang saat ini ada 39 di berbagai daerah. Program ini memberikan pelayanan, mendampingi ibu-ibu hamil, dan selama 1.000 hari pertama kelahiran itu akan dilakukan pengecekan, serta nutrisi dan asupan juga di cek berkala. Tentunya, layanan ini diberikan secara gratis bagi ibu hamil dan balita di daerah rentan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved