Kamis, 21 Mei 2026

HUT ke-32, Pemuda ICMI Gelar Diskusi Soroti Kerusakan Lingkungan Akibat Eksploitasi

Ismail mengatakan, telah menemukan sejumlah kerusakan lingkungan dampak dari aktivitas penambangan.

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
HO/IST
DISKUSI ICMI - Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie menjadi narasumber diskusi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Tiga Krisis di Era Globalisasi
  • Kerusakan Lingkungan Bersifat Struktural
  • Pentingnya SDM Berkualitas dalam Pengelolaan SDA

 

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Ismail Rumadan mengatakan, di era globalisasi saat ini kepemudaan menghadapi tantangan yang besar.

"Apabila kita masuk dalam kehidupan bangsa, saat ini kita masuk pada 3 krisis. Yakni krisis ideologis, krisis sosiologis dan krisis ekologis," ujar Ismail saat diskusi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Pemuda ICMI di ICMI Center di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Baca juga: ICMI Minta Presiden Prabowo Evaluasi Aparat yang Represif Tangani Aksi Demonstrasi

Dirinya melihat sistem demokrasi saat ini hanya untuk kepentingan bagi-bagi kekuasaan.

Demikian juga tantangan sosial media (Sosmed) yang menyebabkan manusia hanya aktif di dunia maya.

"Ini jadi tantangan, manusia aktif hanya di Sosmed saja, tetapi tidak aktif secara fisik," katanya.

"Pembangunan saat ini telah mengeksploitasi alam, sehingga banyak kerusakan," tambahnya.

Ismail mengatakan, telah menemukan sejumlah kerusakan lingkungan dampak dari aktivitas penambangan.

Seperti di Halmahera dan Kalimantan, bahkan di Kalimantan izin usaha tambang melebihi luas wilayah Kota Samarinda.

"Dari data penelitian, kerusakan lingkungan per detik itu seluas lapangan bola," ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Arif Satria.

Menurutnya, kerusakan lingkungan disebabkan secara struktural. Bukan disebabkan oleh modernisasi atau gaya hidup manusia.

"Kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh masalah struktural, seperti legislasi yang perannya menjadi payung hukum," ujar Arif.

Rektor University Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menuturkan, pola hidup konsumen hijau menjadi salah satu solusi mencegah kerusakan lingkungan.

Dengan mengurangi penggunaan plastik hingga pemanfaatan limbah untuk kebutuhan.

"Kami (IPB) sudah melaksanakan hilirisasi pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi jas," katanya.

Baca juga: Di Hadapan Cendikiawan ICMI, Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Berpegang Teguh pada Pancasila

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie mengajak pemuda ICMI terus berkembang, dengan bergerak aktif di kampus. Selain aktif langsung di masyarakat.

"Kader-kader pemuda ICMI harus menekuni ilmu-ilmu di kampus, selain langsung praktik di lapangan," katanya.

Terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA), menurutnya, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat. Pasalnya, SDA di Indonesia sangat melimpah.

"Kenapa bangsa Eropa menjajah Indonesia, karena kita memiliki kekayaan sumber daya alam," katanya.

Jimly menjelaskan, kekayaan SDA bisa menjadi sumber bencana, apabila tidak dikelola oleh SDM yang kuat.

"Eksploitasi SDA untuk kemajuan perekonomian nasional, akan tetapi tidak boleh merusak lingkungan," tegasnya. (*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved