Datangi Kertanegara, Bahlil Laporkan Implementasi B50 dan E10 Kepada Prabowo
Bahlil Lahadalia mendatangi kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025) sore.
Ringkasan Berita:
- Bahlil laporkan persiapan implementasi B50 untuk biodiesel dan etanol untuk bensin E10 kepada Prabowo
- Bahlil laporkan soal sumur rakyat di Banyuasin Sumatera Selatan
- Bicara hilirisasi sektor migas dan pengembangan energi bersih
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendatangi kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025) sore.
Dalam pertemuan itu, Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait perkembangan implementasi program B50 untuk biodiesel dan E10 untuk bahan bakar etanol.
Ia menegaskan seluruh persiapan tengah dilakukan agar kedua program energi baru terbarukan itu dapat segera diimplementasikan secara nasional.
“Bapak Presiden juga menanyakan tentang persiapan-kesiapan untuk bisa diimplementasikan B50 untuk biodiesel dan etanol untuk bensin E10,” kata Bahlil usai dipanggil Presiden Prabowo di kediaman Kertanegara IV, Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Program mandatori B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari Crude Palm Oil (CPO) ke dalam bahan bakar solar.
Baca juga: Pekan Ini, Kemenkeu Bayar Kompensasi Subsidi Energi Usai Ada Kesepakatan Purbaya dan Bahlil
Kemudian program BBM E10 artinya Bahan Bakar Minyak etanol 10 persen merupakan percampuran antara bensin murni dengan bahan bakar etanol 10 persen.
Bahlil menjelaskan, laporan itu merupakan bagian dari evaluasi berkala yang diminta langsung Prabowo untuk memantau progres kebijakan energi.
Terutama yang terkait dengan hilirisasi sektor migas dan pengembangan energi bersih.
Baca juga: Bahlil Sindir Para Pengritik BBM Dicampur Etanol: Sekolahnya Terlalu Pintar
“Kami juga berbicara tentang hilirisasi, khususnya di komoditas mineral dan batubara,” ujarnya.
Selain membahas energi hijau, Bahlil juga menyampaikan kepada Presiden hasil kunjungan kerjanya di sejumlah daerah.
Termasuk, program sumur rakyat di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang memiliki potensi besar untuk mendukung produksi minyak nasional.
“Di sana ada 22.000 sumur masyarakat yang rata-rata satu sumur itu bisa minimal dua barel per day (hari), dan ini cukup besar. Bapak Presiden memerintahkan agar urusan-urusan rakyat harus menjadi prioritas sebagai bagian dari implementasi Pasal 33 UUD 1945,” jelasnya.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan legalisasi sumur rakyat dan izin usaha pertambangan (IUP) bagi koperasi serta UMKM daerah.
“Bapak Presiden juga memerintahkan untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bahlil menambahkan bahwa gaya kerja Presiden Prabowo tetap konsisten disiplin dan tidak mengenal hari libur.
“Bapak Presiden Prabowo ini mempunyai tradisi bekerja tanpa mengenal tanggal merah. Jadi sebagai pembantu Bapak Presiden, kita harus selalu siap setiap saat,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-1028.jpg)