Rabu, 22 April 2026

Cendekiawan Yudi Latif Serukan Rekonstruksi Identitas Bangsa Lewat Pancasila

Menurut Yudi, kolonialisme tidak hanya menjajah secara fisik, tetapi juga membentuk watak inferior dan mental terjajah

Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
HUT KE-15 ALIANSI KEBANGSAAN - Merayakan hari jadinya yang ke-15 tahun, Aliansi Kebangsaan menggelar syukuran sekaligus peluncuran buku berjudul “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?” karya Dewan Pakar Aliansi Kebangsaan Yudi Latif pada Rabu (29/10/2025). 

Selain Pancasila, Yudi juga menegaskan peran besar kekayaan alam dan teknologi masyarakat Indonesia dalam perjalanan sejarah dunia.

Sejak era sebelum Masehi hingga abad ke-16, Indonesia disebut sebagai episentrum teknologi maritim dunia.

“Saat bangsa lain belum berani mengarungi samudra, nenek moyang kita sudah membuat jenis-jenis perahu untuk menyeberangi lautan dan menciptakan teknologi penangkapan ikan di laut dalam,” papar Yudi.

Di bidang arsitektur, Indonesia dikenal dengan rumah tahan gempa dan pembangunan candi-candi yang memuncak pada Candi Borobudur.

“Borobudur dibangun dengan presisi tinggi menggunakan batu andesit. Itu hanya mungkin dilakukan dengan sistem komputasional, tetapi pada masa itu dikerjakan secara manual,” ujarnya.

Membangun Kepercayaan Diri Bangsa

Yudi menilai kontradiksi antara kejayaan masa lalu dan kondisi bangsa saat ini tidak terlepas dari dampak kolonialisme yang mencabut akar identitas masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi jati diri bangsa melalui penulisan sejarah yang objektif dan berpihak pada kebenaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, dunia masih mengenal Indonesia secara terbatas — seringkali hanya dari bencana dan konflik.

“Penulisan buku mengenai signifikansi Indonesia dalam perkembangan dunia menjadi krusial. Dunia perlu mengenal Indonesia dari kebijaksanaan dan kontribusinya,” tegasnya.

Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo berharap karya Yudi dapat membuka cakrawala masyarakat untuk memahami signifikansi kekayaan alam, kemanusiaan, dan peradaban Nusantara. 

“Dengan mengenali sejarah dan kejayaan masa lalu, kita memperkuat nasionalisme dan identitas kolektif bangsa,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Senator Irman Gusman yang menyebut buku Yudi hadir pada momentum yang tepat.

“Pemikiran dalam buku ini menjadi energi intelektual untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa Indonesia,” tutupnya.

 
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia? Karya Yudi Latif Diluncurkan di HUT ke-15 Aliansi Kebangsaan

 

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved