Minggu, 17 Mei 2026

Jawab Persaingan Pasar Kerja Global, Cak Imin Usul Pembentukan Badan Vokasi Nasional

Cak Imin menilai bahwa Indonesia memerlukan sebuah sistem vokasi nasional yang terintegrasi, kuat, dan mampu bergerak cepat

Tayang:
Penulis: Reza Deni
HO-Dokumen Menko PM
PASAR KERJA - Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat memimpin rapat koordinasi dengan Menko PMK, Pratikno, di Jakarta, Jumat (14/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Percepatan dan konsolidasi program vokasi merupakan kunci agar masyarakat Indonesia mampu bersaing di tengah dinamika pasar tenaga kerja global
  • Cak Imin mengusulkan pembentukan Badan Vokasi Nasional
  • Indonesia memerlukan sebuah sistem vokasi nasional yang terintegrasi, kuat, dan mampu bergerak cepat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengusulkan pembentukan Badan Vokasi Nasional (BVN) sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, percepatan dan konsolidasi program vokasi merupakan kunci agar masyarakat Indonesia mampu bersaing di tengah dinamika pasar tenaga kerja global.

Baca juga: Kementerian P2MI Gandeng BP BUMN Perkuat Program Pelatihan Vokasi dan Perlindungan Pekerja Migran

“Pasar kerja di dalam maupun luar negeri sangat potensial. Tapi pendidikan dan vokasi kita perlu dikonsolidasikan lebih cepat, sehingga masyarakat—khususnya generasi muda—bisa segera meng-update kapasitasnya,” ujarnya usai rapat koordinasi dengan Menko PMK, Pratikno, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan, perubahan kebutuhan keterampilan berlangsung sangat cepat dan menuntut respons kebijakan yang lebih adaptif.

“Perubahan kebutuhan skill sekarang ini sangat cepat. Nggak sampai dua tahun, jenis keterampilan yang dibutuhkan industri bisa berubah lagi,” kata dia.

Baca juga: Kolaborasi KemenP2MI-Kemensos: Satukan Dua Program untuk Bekali Pekerja Migran dengan Vokasi

Melihat perkembangan tersebut, Cak Imin menilai bahwa Indonesia memerlukan sebuah sistem vokasi nasional yang terintegrasi, kuat, dan mampu bergerak cepat mengikuti tren kebutuhan dunia kerja.

“Karena itu, sistem vokasi nasional harus terus dikembangkan. Saya mengusulkan agar dibentuk Badan Vokasi Nasional untuk mempercepat konsolidasi ini,” tegasnya.

BVN nantinya diharapkan dapat menjadi institusi lintas kementerian yang menyatukan perencanaan, standardisasi, dan percepatan implementasi seluruh program vokasi nasional—mulai dari sekolah vokasi, balai latihan kerja, hingga pelatihan berbasis industri—agar selaras dengan kebutuhan riil pasar kerja domestik dan global.

Sebelumnya, Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp30 Triliun di tahun 2026 untuk melakukan percepatan program SMK Go Global.

SMK Go Global merupakan program terbaru dari pemerintahan Prabowo-Gibran dalam meningkatkan kualitas dan kapabilitas siswa sekolah kejuruan agar bisa bersaing di industri kerja mancanegara.

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus program yang diinisiasi pihaknya tersebut.

"(Anggaran disiapkan) Rp30an Triliun untuk tahun 2026," kata Cak Imin saat ditemui di SMAK Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025).

Baca juga: Perkuat SDM, Sekolah Vokasi Pertanian Dibangun di Rancabali Bandung

Ketua Umum DPP PKB tersebut menegaskan, anggaran jumbo itu sudah disetujui oleh Presiden Prabowo.

Bahkan, dia menegaskan kalau Prabowo sendiri yang memberikan perintah untuk mengalokasikan anggaran tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved