Menteri Agama Puji Peran Marbot, Tekankan Peran dan Tanggung Jawab Penjaga Masjid
Menteri Agama Nasaruddin Umar, menilai para marbot masjid memiliki kedudukan sangat mulia di sisi Allah.
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Menag: Nasaruddin Umar menilai marbot sebagai pekerjaan paling mulia, bahkan menyebut mereka “artis-artis langit” karena amalnya dicintai malaikat.
- Tugas marbot sering dilakukan tanpa sorotan, mulai dari membuka masjid, membersihkan, hingga merangkap sebagai imam atau khatib.
- Meski dipandang kecil secara sosial, dalam syariat marbot memiliki kedudukan tinggi karena menjaga rumah Allah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menilai para marbot masjid memiliki kedudukan sangat mulia di sisi Allah.
Marbot adalah orang yang diberi tugas untuk merawat, menjaga, dan memakmurkan masjid.
Mereka biasanya bertanggung jawab atas kebersihan, membuka dan menutup masjid, menyiapkan sarana ibadah, bahkan kadang merangkap sebagai muazin atau imam bila diperlukan
Menteri Agama menyebut marbot sebagai artis-artis langit, karena amal mereka dilihat dan dicintai oleh para malaikat meski sering tidak terlihat manusia.
"Jadi sebelum muazin itu bangun, marbot itu sudah harus membuka masjid dan membuka sound system. Jadi, jangan-jangan marbot ini pahalanya lebih besar daripada imam dan muazin. Kalau imam dan muazin, itu sudah 'terima jadi' dari marbot itu,” kata Nasaruddin.
Hal tersebut dikatakannya saat memberi arahan pada kegiatan Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta.
Menurutnya, pekerjaan marbot sering dilakukan tanpa sorotan dan bahkan banyak yang dilakukan tanpa imbalan layak.
Namun, menurutnya, justru dalam ketulusan itulah letak kemuliaannya.
"Dan di antara marbot itu juga ada rangkap-rangkap tuh. Wajah-wajah yang ada di sini kayaknya merangkap semua ini. Dia membersihkan masjid, membuka pintu masjid, azan juga, bahkan imam juga, bahkan khatib juga," tuturnya.
Menag menegaskan bahwa di dunia sosial, marbot kerap dipandang kecil.
Namun dalam pandangan syariat, kedudukan marbot sangat tinggi karena menjaga rumah Allah.
"Seandainya orang tahu rahasia langit, pekerjaan yang paling mulia itu adalah marbot. Cuma kita tidak tahu rahasia langit, akhirnya pekerjaannya yang paling pilih yang terakhir adalah marbot. Jangan pernah memandang rendah marbot, sebab mereka itulah artis-artis langit," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, melaporkan bahwa kegiatan temu marbot ini diikuti 80 peserta, mulai dari ASN, aktivis masjid, hingga pelajar dan mahasiswa.
Ia mengungkapkan bahwa peran marbot berkembang signifikan. “Marbot tidak hanya bertugas membersihkan masjid. Mereka harus kompeten dalam ibadah, fikih, komunikasi publik, bahkan penguasaan digital dan media sosial,” ujar Arsad.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan materi mengenai: kompetensi keagamaan, manajemen masjid modern, layanan sosial, kepemimpinan jemaah, dan transformasi digital masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/peran-marbot-dlkf.jpg)