Jumat, 1 Mei 2026

Dirut PT KAI: Tidak Ada Pegawai KAI Commuter yang Dipecat Gara-gara Tumbler Hilang

Keputusan pemecatan Argi picu gelombang protes baru dari warganet yang nilai tak adil jika seorang petugas harus hilang pekerjaan hanya karena tumbler

Tayang:
threads
TUMBLER HILANG - Persoalan tumbler hilang yang viral ini bermula dari seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi yang membagikan cerita awalnya ketinggalan cooler bag (tas pendingin) di bagasi gerbong khusus wanita saat turun di Stasiun Rawa Buntu setelah menempuh rute Tanah Abang-Rangkasbitung. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin membantah adanya pemecatan terhadap pegawai KAI Commuter yang viral di media sosial (medsos) terkait persoalan botol minum (tumbler) yang hilang.

Baca juga: Souvenir Groomsman Al Ghazali, Parfum Lokal hingga Tumbler

Ketika ditemui Tribun di Hotel AYANA Midplaza, Jakarta, Kamis (27/11/2025), Bobby hanya memberi bantahan singkat ketika ditanya mengenai kasus yang viral di medsos tersebut.

"Nggak ada orang itu dipecat," kata Bobby.

Bobby sebenarnya masih ingin memberi penjelasan tambahan terkait hal tersebut, tetapi pengawalnya menghentikan awak media yang mencoba meminta keterangan lebih lanjut.

Sebagai informasi, persoalan yang viral ini bermula dari seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi yang membagikan cerita awalnya ketinggalan cooler bag (tas pendingin) di bagasi gerbong khusus wanita saat turun di Stasiun Rawa Buntu setelah menempuh rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

Anita menyebut hilangnya botol minum atau tumbler yang ada di dalam cooler bagnya itu disebutnya hilang karena petugas KAI tidak bertanggung jawab. Seorang petugas KAI bernama Argi akhirnya dipecat oleh PT KAI berkaitan dengan kasus hilangnya tumbler yang dipersoalkan oleh Anita.

"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline.

Jadi ceritanya gini. 

Disclaimer aku minta maaf juga sebelumnya karena faktor lupa jadi ketinggalam coolerbag ku di bagasi kereta. Hari Senin pulang kerja aku naik commuter line St Tanah Abang- Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Aku turun di St Rawa Buntu sekitar 19.40. Setelah turun aku baru sadar cooler bag ku tertinggal di bagasi commuter line. Aku lgsg lapor petugas (seragam security),"

Petugas security langsung merespon laporan Anita dan meminta nomor telepon Anita. Setelah itu, barang tersebut ditemukan oleh petugas lain dan dalam keadaan lengkap.

Baca juga: Curhatan Istri Pegawai KAI sebelum Tewas, Bahas Masalah Rumah Tangga di Medsos

Cooler Bag milik Anita ditemukan dan diterima petugas security bernama Argi. Argi kemudian membawa barang itu ke ruang Wakil Kepala.

Ia sebenarnya sempat meminta agar barang itu diantar kembali ke Stasiun Rawa Buntu, tetapi petugas menjelaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dilakukan karena aturan operasional.

Hari berikutnya, Anita bersama suaminya datang ke Stasiun Rangkas Bitung untuk mengambil barangnya. Namun ternyata, tumbler miliknya hilang. Sayangnya, tidak diketahui dimana posisi tumbler tersebut hilang.

"TUMBLER TUKUKU TIDAK ADA. KECEWA. Petugas Security tidak mengetahui dimana tmbler tuku itu. dan Petugas Security jujur kalo dia tidak mengecek saat serah terima dengan security Walka saat itu," 

Anita dan suaminya meminta rekaman CCTV di ruang walka.Namun untuk bisa mengecek CCTV butuh proses yang cukup panjang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved