PBNU dan Dinamika Organisasinya
Gejolak Kepemimpinan PBNU, Idrus Marham Usulkan Ini untuk Akhiri Konflik
PBNU tengah menjadi sorotan lantaran Ketua Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mundur dari jabatan pimpinan.
Ringkasan Berita:
- PBNU tengah bergejolak setelah muncul dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah yang mendesak Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatan.
- Idrus Marham (Waketum Golkar, Nahdliyin) mengusulkan percepatan Muktamar NU sebagai solusi konflik, bukan pelengseran. Menurutnya, muktamar akan mengembalikan fokus NU pada penguatan nilai dan inspirasi umat.
- Idrus menilai konflik kepemimpinan tidak bisa selesai hanya dengan pertemuan terbatas, perlu wadah resmi berupa muktamar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menjadi sorotan lantaran Ketua Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mundur dari jabatan pimpinan.
Desakan itu muncul setelah munculnya dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mendesak Gus Yahya untuk segera mundur.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar yang juga Nahdliyin Idrus Marham pun mengusulkan percepatan Muktamar PBNU sebagai upaya menyelesaikan konflik internal di organisasi Islam terbesar itu.
"Ya itu ada muktamar, karena itu mungkin yang paling, yang paling efektif, solutif adalah percepatan muktamar," kata Idrus di kantor Golkar, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dia pun menyatakan konflik kepemimpinan di PBNU diharapkan selesai ketika terjadi percepatan Muktamar.
"Tidak ada istilah dilengserkan atau tidak, tetapi ada percepatan muktamar," ujar Idrus.
Idrus sendiri tercatat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), yang berarti ia berasal dari latar belakang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan aktif dalam jaringan alumni organisasi tersebut.
PMII adalah organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Banyak tokoh NU maupun politik nasional berasal dari PMII.
Idrus mengatakan PBNU bisa kembali berpikir tentang penguatan nilai-nilai organisasi dan menginspirasi umat setelah muktamar dilaksanakan.
"Dikembangkan di situ adalah bagaimana membesarkan NU, bagaimana membesarkan NU, bukan bagaimana menguasai NU," ujarnya.
Idrus pun sebagai Nahdliyin merasa prihatin atas konflik internal PBNU tak kunjung usai. Bahkan, kini persoalan makin meruncing yang didasari sisi pragmatis.
Menurut dia, persoalan kepemimpinan di PBNU tak bisa selesai dengan mempertemukan pihak yang bersengketa.
"Saya melihat tidak bisa diselesaikan hanya sekadar pertemuan satu, dua, dan tiga orang, tetap perlu diwadahi dengan percepatan Muktamar NU itu sendiri," jelas dia.
Sebagai informasi, isu pemakzulan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menjadi perbincangan.
Beredar dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Aston City Jakarta, Kamis (20/11/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/idrus-marham-ksjd.jpg)