Banjir Bandang di Sumatera
Beda Kata Pratikno, BNPB, dan Bulog Sumut soal Warga Sibolga Diduga Jarah Beras di Gudang Bulog
Beda pernyataan Pratikno, BNPB, dan Bulog Sumut soal viral warga Sibolga diduga menjarah beras yang tersimpan di gudang Bulog.
Pernyataan berbeda juga disampaikan oleh Kepala Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto.
Dia menyebut penjarahan gudang Bulog di Sibolga yang terjadi pada Sabtu (29/11/2025) lalu menyebabkan kurang lebih 2.400 ton beras diambil.
Selain itu, adapula minyak goreng sebanyak 42.000 liter, gula pasir, jagung dan beberapa bahan lainnya ikut diambil.
Namun demikian, Budi menyebut jumlah itu belum pasti karena belum terkonfirmasi keseluruhan dari gudang Bulog Sibolga.
"Secara hitungan awal sebelum kejadian, ada 2.400 ton. Kemudian ada minyak goreng 43.000 liter dan produk lainnya seperti gula pasir, jagung, dan beberapa produk yang saya pikir habis karena belum terinfo dari kepala gudang kami disana," katanya, Senin (1/12/2025), dikutip dari Tribun Medan.
Budi turut membeberkan alasan pihaknya tidak mendistribusikan beras yang tersimpan di gudang Bulog ke masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga yang terisolir akibat banjir dan longsor.
Baca juga: Mendagri Jelaskan Alasan Penjarahan di Sibolga: Mereka Terisolir dan Lapar
Dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk langsung mengeluarkan bahan pangan ketika tidak ada permintaan dari Pemprov Sumut.
Budi mengatakan pihaknya hanya bisa melakukan penjualan beras ke masyarakat. Lalu, jika ingin didistrbusikan, aparat dan pemerintah belum siap karena masih mengurusi bencana.
"Karena Bulog tidak bisa mengeluarkan stoknya sendiri. Bulog itu harus diminta,"kata Budi.
"Nah, apa yang dilakukan Bulog secara mandiri adalah menjual beras,"sambungnya.
Budi menerangkan, Bulog hanya sebagai operator dan penyimpanan.
Sehingga, sambungnya, yang bisa meminta mereka mengeluarkan beras dan sebagainya seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah daerah, khususnya Pemrov Sumut.
Ia mencontohkan, jika Pemerintah Provinsi meminta Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CCPD) dikeluarkan, maka Bulog harus segera mendistribusikan.
"Pemerintah yang berhak memberikan perintah kepada Bulog untuk mengeluarkan barang, dalam hal ini bisa pusat.Bisa Bapanas, yang disampaikan pak Wagub ada 2.200 ton. Itu diperintah Bulog,"ucapnya.
"Kemudian ada perintah dari pak Gubernur, mengeluarkan cppd milik Provinsi. Kami menerima perintah,"tambahnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Medan dengan judul "Kata Bulog Sumut soal Stok Beras Tak Dibagikan ke Warga Sibolga saat Bencana hingga Berujung Dijarah"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Medan/Fredy Santoso)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Viral-Warga-Sibolga-Diduga-Jarah-Gudang-Bulog.jpg)