Kamis, 16 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Beda Kata Pratikno, BNPB, dan Bulog Sumut soal Warga Sibolga Diduga Jarah Beras di Gudang Bulog

Beda pernyataan Pratikno, BNPB, dan Bulog Sumut soal viral warga Sibolga diduga menjarah beras yang tersimpan di gudang Bulog.

Tribun Medan
DARURAT BANTUAN - Warga terlihat membawa karung beras dan minyak goreng usai membobol Gudang BULOG Sarudik di Sibolga, Sabtu (29/11/2025). Penjarahan terjadi setelah lima hari wilayah Sibolga–Tapteng terisolasi akibat banjir dan longsor, sementara bantuan pangan belum kunjung tiba. Beda pernyataan Pratikno, BNPB, dan Bulog Sumut soal viral warga Sibolga diduga menjarah beras yang tersimpan di gudang Bulog. 

Ringkasan Berita:
  • Beda pernyataan terkait viral warga Sibolga diduga menjarah beras di gudang Bulog disampaikan oleh Pratikno, Kepala BNPB, dan Bulog Sumut.
  • Pratikno menyebut saat itu tidak ada penjarahan tapi warga berkerumun di gudang Bulog lalu diberi beras lima kilogram tiap orang.
  • Kepala BNPB menyebut sempat ada upaya warga untuk menjarah tapi aparat langsung terjun ke lapangan.
  • Sementara, Bulog Sumut menyebut ada beberapa bahan pokok yang diambil oleh warga di gudang Bulog Sibolga.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menjelaskan terkait viralnya warga yang berkerumun di depan gudang Bulog di Sibolga, Sumatra Utara (Sumut).

Dia menegaskan momen tersebut bukanlah warga yang akan menjarah beras yang tersimpan di gudang Bulog.

Namun, sambungnya, warga tengah berkerumun untuk menunggu pembagian beras lima kilogram.

Bahkan, Pratikno menyebut dirinya tengah berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.

"Jadi, saya kebetulan menyaksikan sendiri saat ada kerumunan di depan gudang Bulog di Sibolga, itu kemudian justru masyarakat berkumpul terus kemudian dibagi dengan beras lima kiloan," katanya dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pratikno menegaskan pemberian beras tersebut menjadi wujud kehadiran negara terhadap korban banjir dan tanah longsor yang menimpa tiga provinsi yakni Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat (Sumbar).

"Dalam situasi ini, pemerintah berusaha meringankan beban masyarakat. Jadi karena masyarakat butuh, ya waktu itu terus langsung satu orang dikasih lima kilo beras," jelasnya.

Baca juga: Banjir Sumatra Akibatkan 1.009 Sekolah Rusak Berat, DPR Desak Prioritaskan Fasilitas Belajar

Kata Kepala BNPB: Warga Memang Sempat Mau Ambil Beras di Gudang Bulog

Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.

Dia mengatakan warga di Sibolga yang viral berbondong-bondong berkumpul di gudang Bulog memang sempat berupaya untuk mengambil beras.

Namun, pihak pemerintah dibantu TNI dan Polri langsung terjun ke lokasi dan melakukan pengaturan.

Suharyanto mengatakan setelah itu masyarakat langsung diberi beras dari gudang Bulog.

"Memang sempat itu masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah, sempat untuk mengambil gudang Bulog beras, kemudian Forkopimda, Pak Kapolda, Pak Pangdam datang ke sana mengatur."

"Jadi beras di gudang Bulog itu dibagikan kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah," kata Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu (30/11/2025), dikutip dari YouTube BPNP.

Suharyanto membantah adanya kekerasan dalam peristiwa tersebut. Dia menegaskan pembagian beras Bulog berlangsung kondusif.

"Tidak ada unsur kekerasan, paksaan, itu rata-rata ibu-ibu, dan berakhir dengan kondusif tadi. Ada film, ada videonya, silakan nanti diakses, mungkin gudang itu kosong, bertanya 'terus gimana untuk selanjutnya?'," tutur dia.

Bulog Sumut Akui Gudang di Sibolga Dijarah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved