Kamis, 7 Mei 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Gus Yahya Akui Terbuka untuk Diperiksa, Tegaskan Pemecatannya Tidak Sah

Gus Yahya menjawab soal statusnya sebagai Ketua Umum PBNU dan responsnya terkait polemik tuduhan dugaan TPPU yang mengarah kepadanya

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PBNU - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan keterangan saat konferensj pers di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyatakan dirinya masih berstatus sebagai Ketua Umum PBNU dan menurutnya, jabatan Ketua Umum PBNU hanya bisa diganti lewat muktamar serta dirinya siap menempuh jalur hukum atas polemik di PBNU saat ini. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Gus Yahya menegaskan bahwa masa khidmatnya akan tetap berjalan hingga disahkan melalui Muktamar, sesuai mekanisme organisasi.

"Maka saya bertekad bersama-sama dengan teman-teman yang menjadi pengurus harian di sini, bertekad untuk menjaga tatanan organisasi ini," lanjutnya.

Pihaknya bertekad untuk menjaga tataran organisasi ini dengan sekuat-kuatnya. 

Pihaknya pun menawarkan dilakukannya konsolidasi bersama untuk membahas masalah intern NU.

"Kami semua memperjuangkan konsolidasi untuk perbaikan tata laksana organisasi ini sudah sekian lama termasuk dengan membangun platform-platform digital dan sebagainya."

"Kami tidak bersedia merelakan semua ini hanya untuk kepentingan-kepentingan. Kami akan pertahankan ini dengan sekuat-kuatnya."

"Apabila jalan dialog, musyawarah dengan akal sehat, dengan maksud baik, dengan hati yang tulus, ditolak sama sekali, mungkin karena kepentingan atau apapun untuk menempuh jalur hukum, demi menjaga keutuhan dari tatanan organisasi ini," tegas Gus Yahya.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Abdi Ryanda Shakti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved