Sabtu, 25 April 2026

Sama-sama Buron Interpol, Dewi Astutik dan Fredy Pratama Diduga Tak Terkait, BNN: Belum Ada Bukti

WNI lainnya, Fredy Pratama, masih menjadi buron Interpol. Fredy juga terkait jaringan narkoba internasional.

Istimewa/Dok. Interpol
GEMBONG NARKOBA - WNI asal Ponorogo, Jawa Timur, bernama Dewi Astutik, menjadi sorotan setelah BNN bersama Bea Cukai dan TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat dua ton di perairan Kepulauan Riau, Kamis (22/5/2025). Dewi yang buron sejak 2024, disebut masih satu organisasi jaringan narkoba internasional dengan Fredy Pratama. Namun, setelah Dewi ditangkap pada Senin (1/12/2025), belum ada bukti keterkaitannya dengan Fredy. 

"Di situ juga banyak faksi-faksi yang berkuasa. Rezim yang ada tidak mengontrol semua wilayah. Ada wilayah-wilayah yang juga dikontrol oleh militer-militer dari negara bagian, seperti Shan State."

"Di Shan State itu juga ada (negara bagian lagi), punya milisi sendiri, dan sangat mungkin Fredy Pratama bersembunyi di situ," jelasnya.

Fredy merupakan buron kasus narkoba di empat negara, yaitu Indonesia, Royal Malaysia, Royal Thai Police, dan US Drug Enforcement Administration (US-DEA).

Kabarnya, Fredy mengontrol pasar gelap narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan sejak 2013.

Ia juga 'memasarkan' narkoba hingga ke Malaysia bagian timur.

Irjen Mukti Juharsa saat masih menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengatakan Fredy sulit terdeteksi lantaran dilindungi di Thailand.

Fredy diketahui merupakan menantu bos gembong narkoba di Thailand yang tergabung dengan jaringan internasional Golden Triangle.

"Saya blak-blakan, mertuanya adalah bosnya kartel narkotika di Thailand, sangat sulit susah kita nangkapnya kalau kartel," ujar Mukti, Rabu (5/3/2025).

Kesulitan itu semakin bertambah sebab Fredy juga berkali-kali mengganti identitasnya.

Ia memiliki beberapa nama samaran, seperti The Secret, Casanova, Airbang, Mojopahit, Miming, Fredy Miming, dan Wang Xiang Ming.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, mengatakan dari 1.556 kasus peredaran narkoba yang terungkap, hampir keseluruhan terkait dengan Fredy.

"Kami sampaikan untuk jaringan Fredy Pratama, ini adalah jaringan besar internasional cukup luas maka dari beberapa ungkapan yang kita lakukan, setelah kita pelajari kita analisa, maka itu masih ada kaitannya," jelasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reynas Abdila, TribunnewsDepok.com/Ramadhan LQ)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved